Berita

OSO/Net

Generasi Muda Indonesia Di Bawah Ancaman

RABU, 07 SEPTEMBER 2016 | 00:45 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Bangsa Indonesia harus menyadari bahwa generasi mudanya tengah mendapat ancaman besar dari luar negeri.

Salah satu bukti adanya ancaman itu tercermin dari memudarnya kebanggaan kaum muda akan nilai-nilai kebangsaan Indonesia yang luhur.

Hal ini dikatakan Koordinator Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Oesman Sapta Odang (Oso), saat acara Sosialisasi kepada sekitar 50 warga negara Indonesia di Polandia termasuk para staf KBRI, di Hotel Hilton, Warsawa, Selasa siang waktu setempat (6/9).


Dalam acara ini, hadir Duta Besar RI untuk Polandia, Peter Gontha. Bahkan Dubes RI dari dua negara lain juga datang, yaitu Dubes RI untuk Ceko, Aulia Rachman; dan Dubes RI untuk Austria, Rachmat Budiman.
 
"Kita memang mendapat ancaman sekarang ini, terutama ancaman datang dari luar. Yang terancam adalah generasi muda kita. Mereka lebih bangga dengan nilai kebangsaan asing ketimbang nilai-nilai bangsanya sendiri," ujar Wakil Ketua MPR RI ini.
 
Dia menyebut, Indonesia saat ini sedang diintervensi pengaruh asing. Selain terbukti lewat memudarnya kebanggaan akan nilai-nilai kebangsaan, ancaman dari luar itu terlihat dari tingginya peredaran dan penyalahgunaan narkotika di kalangan muda.

"Sosialisasi ini penting dilakukan terutama di luar negeri, karena sekaligus memberi pengetahuan kepada para WNI soal apa yang sedang terjadi di negaranya. Selama paspor mereka masih Indonesia, mereka harus mendapat penguatan nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme," ujarnya.

Sebelumnya, acara sosialisasi lebih dulu dibuka oleh Sekjen MPR RI, Maruf Cahyono. Ia mengatakan, program ini adalah tanggung jawab MPR dan semua komponen bangsa. Karena itu, Sosialisasi Empat Pilar MPR akan terus dilakukan di dalam negeri maupun di semua perwakilan pemerintah RI di negara sahabat.

Dari pihak MPR RI selain Oesman Sapta, hadir pula pimpinan badan sosialisasi, Bachtiar Aly dan Zainut Tauhid dan anggota Komisi I DPR, Fayakhun Andriadi. Kemudian, Wakil Ketua Kelompok DPD di MPR RI, Gede Pasek; dan anggota Badan Sosialisasi dari DPD, Emma Yohana. [ald]

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya