Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Perangi Narkoba, Indonesia Perlu Tiru Filipina

SELASA, 06 SEPTEMBER 2016 | 16:43 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Indonesia perlu meniru Filipina dalam memerangi narkoba. Ketegasan pemerintah Filipina terbukti efektif menekan kejahatan narkoba.

"Ketegasan Presiden Filipina Rodrigo Duterte dalam mempertahankan kebijakan tembak mati penjahat narkoba patut ditiru Presiden Joko Widodo, karena ini menyangkut masa depan anak bangsa dan masa depan Indonesia kedepan," ungkap Anggota komisi 3 DPR RI, Muhammad Nasir Djamil dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Badan Narkotika Nasional (BNN)  di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (6/9).

Nasir mengatakan persoalan hak asasi manusia 255 juta lebih penduduk Indonesia harus diutamakan dibanding hak asasi para penjahat narkoba. Pandangan demikian diterapkan Duterte di Filipina.


"Duterte tak peduli persoalan hak asasi manusia pelaku narkoba dan bahkan tak menggubris teguran PBB sekalipun. Bagi Duterte masyarakat Filipina lebih dari segalanya," kata politisi PKS itu.

Menurut Nasir, langkah tegas pemerintah Filipina dalam memerangi narkoba sangat penting dan terbukti efektif. Terlihat dari sejumlah laporan media Filipina yang mengatakan bahwa lebih dari 500 ribu orang telah menyerahkan diri kepada kantor polisi lokal dan berjanji berhenti memakai narkoba.

"Patut disadari masih maraknya peredaran narkoba selama ini selain karena lemahnya undang-undang juga karena lembeknya kepemimpinan dalam membuat kebijakan. Sehingga, tak aneh jika penegakan hukum terkait narkoba tak efektif jika tidak ada kebijakan tegas dari Presiden," lanjut Nasir.

Untuk itu, Nasir berharap BNN di bawah kepemimpinan Komjen Budi Waseso dapat melakukan gebrakan yang lebih tegas.

"Saya selaku anggota Komisi III berharap BNN dapat mengusut tuntas setiap kasus Narkoba baik itu dari segi jaringan maupun berbagai motif spiritual dan motif lainnya, sehingga penanganan kasus narkoba bisa terungkap sampai ke akar-akarnya," tegas Nasir.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya