Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Secercah Cahaya Harapan Kemanusiaan

SELASA, 06 SEPTEMBER 2016 | 05:24 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DI tengah suasana maraknya penggusuran manusia oleh manusia, tampak secercah cahaya harapan kemanusiaan. Terberitakan bahwa di Balai Kota DKI Jakata, Jumat 2 September 2016 Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tegas menyatakan akan menampung anak-anak yatim piatu yang menjadi korban penggusuran di Rawajati.

Pemerintah Kota Jakarta Selatan melakukan penggusuran terhadap permukiman RT 09 RW 04 Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Kamis, 1 September 2016. Selain rumah warga, sebuah panti asuhan juga turut dibongkar.

Pemerintah juga akan menyediakan bus sekolah bila anak-anak merasa kejauhan menuju sekolahnya. Gubernur Jakarta menilai, pendirian panti asuhan di kawasan itu tetap salah karena menempati lahan secara ilegal. Karena itu, dia meminta pihak yayasan agar menyerahkan pengelolaan panti asuhan kepada pemerintah. Gubernur Jakarta ingin konsekuen membenahi segala pelanggaran dan memanusiakan manusia.


Tidak jelas mengenai kebenaran berita tersebut akibat di masa kini memang berita bohong merajalela menyaingi berita benar. Apabila berita itu bohong, maka naskah ini berhenti sampai di sini saja.

Namun apabila berita tersebut memang benar-benar benar, berarti pernyataan Gubernur Jakarta sangat layak dihormati sebab selaras dengan UUD 1945 pasal 34 ayat 1 di samping asas kemanusiaan adil dan beradab serta keadilan sosial bagi segenap rakyat Indonesia.

Di masa kini terasa gejala pergeseran nilai peradaban di mana nilai keadilan dan kemanusiaan sudah dianggap tidak sesuai dengan derap laju semangat pembangunan. Rakyat miskin dianggap penghambat pembangunan.

Pernyataan Basuki Tjahaja Purnama merupakan secercah cahaya harapan kemanusiaan di tengah suasana keresahan bahkan keputusasaan terhadap pudarnya rasa keadilan dan kemanusiaan pada khasanah peradaban bangsa Indonesia.

Insya Allah, Gubernur Jakarta menepati janji akan menampung anak-anak yatim piatu korban penggusuran Rawajati dan tetap konsekuen dan konsisten membenahi segala pelanggaran dan memanusiakan manusia.

Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama merupakan suri-teladan sekaligus pelopor di gugus terdepan dalam perjuangan bangsa Indonesia membenahi segala pelanggaran dan memanusiakan manusia sebagai pewujudan semangat pembangunan berkelanjutan tanpa mengorbankan lingkungan hidup, sosial, budaya apalagi rakyat sebagai jiwaraga bangsa dan negara.

Insya Allah, demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, Gubernur Jakarta akan menampung anak-anak korban penggusuran bukan hanya di Rajawati namun juga di Kampung Pulo, Luar Batang, Pasar Ikan, Kalijodo dan ratusan lokasi penggusuran di ibukota Indonesia.

Diharapkan Gubernur Jakarta juga berkenan memanusiakan para tukang becak, tukang delman, PKL, pedagang asongan yang menjadi korban penggusuran demi pembangunan kota Jakarta.

Insya Allah,  Gubernur Jakarta akan membenahi segala pelanggaran termasuk pelanggaran hak asasi manusia apalagi pelanggaran hukum yang dilakukan pada pelaksanaan penggusuran.

Maka Gubernur Jakarta juga akan berkenan menunda penggusuran terhadap warga Bukit Duri, Bidara Cina, dan ratusan titik lokasi penggusuran lainnya demi bersama menempuh jalur musyawarah-mufakat untuk bukan menggusur namun mengajak rakyat bahu-membahu membangun kota Jakarta menjadi lebih tertib, bersih, sehat dan sejahtera.

Dari lubuk sanubari terdalam dan tertulus, saya sangat berterima kasih kepada Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama apabila beliau berkenan senantiasa konsisten dan konsekuen menepati janji beliau untuk memanusiakan manusia terutama terhadap para tukang becak, delman, pedagang asongan, pedagang kaki lima, pemulung dan rakyat tergusur sesuai UUD 1945 pasal 34 ayat 1 di samping asas kerakyatan, kemanusiaan adil dan beradab serta keadilan sosial bagi segenap rakyat Indonesia. [***]

Penulis adalah budayawan pembelajar makna kemanusiaan dan kerakyatan

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya