Berita

Foto: RM Group

Politik

Politik Dua Kaki Golkar

SENIN, 05 SEPTEMBER 2016 | 21:53 WIB

GOLKAR cerdik. Jika dicermati bersama, ada yang aneh tapi masuk akal apabila disambung-sambungkan. Secara formal memasang Andika bersama Wahidin Halim (WH). Secara informal Golkar juga mendorong Haerul Jaman dengan Rano. Mungkinkah partai beringin bermain dua kaki pada pilgub ini?

Bagi Golkar skenario seperti itu seringkali dilakukan. Pada Pilpres 2004 misalnya, secara formal mengusung Wiranto. Namun secara informal banyak petinggi Golkar waktu itu yang mendukung Jusuf Kalla menjadi wakil Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

Mengulang skenario itu di Banten sangat  mungkin terjadi. Indikasinya misalnya, surat dukungan DPP Golkar kepada Andika tidak diteken Ketua Umum Setya Novanto. Hanya ditandatangan Ketua Harian Nurdin Halid dan Sekjen Idrus Marham.


Selain itu, semangat Golkar mengusung pasangan ini pun sepertinya juga kurang bergairah. Biasa-biasa saja. Lihat saja hingga kini tidak ada deklarasi secara resmi yang dihadiri oleh Setya Novanto dan pengurus DPP lain. Deklarasi justru baru dilakukan para pengurus pusat PKS dan Hanura.

Pilihan mendukung pasangan WH-Andika juga sepertinya berlawanan dengan semangat koalisi di tingkat pusat. Golkar sudah masuk dalam kabinet Jokowi dan mengusungnya jadi capres pada 2019. Tentunya, Golkar akan mempertimbangkan kemana arah dukungan Jokowi di Banten.

Jokowi punya agenda besar di Banten. Ada 12 proyek nasional harus diselesaikan. Jokowi dan Rano satu garis dalam partai. Bisa jadi Jokowi menginginkan estafet kepemimpinan dilanjutkan oleh Rano. Bukan yang lain. Rano sendiri sering bercerita bagaimana dirinya melobi dan meyakinkan presiden agar 12 proyek bisa diwujudkan di Banten.

Fakta-fakta itulah yang sepertinya terus dibaca oleh Golkar. Jika peluang menang WH-Andika tipis, bisa jadi dukungan diam-diam atau informal akan mengalir ke Jaman. Namun jika Jaman gagal dipinang bisa jadi kader Golkar lain yang diusung. Apalagi stok kader partai ini di Banten cukup banyak. Tim rakyat merdeka group

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya