Berita

Dunia

Kim Jong Un Cinta Perdamaian dan Akan Menghentikan Agresifitas Imperialis

MINGGU, 04 SEPTEMBER 2016 | 11:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kedutaan Besar Republik Demokratik Rakyat Korea atau Korea Utara di Jakarta mengeluarkan pernyataan terkait komitmen Ketua Umum Partai Pekerja Korea Kim Jong Un membela kemerdekaan global dan menghentikan agresifitas kaum imperialis.

Dalam keterangan yang diterima redaksi disebutkan bahwa komitmen itu disampaikan Kim Jong Un dalam Kongres ke-7 Partai Pekerja Korea di Pyongyang beberapa waktu lalu.

Disebutkan bahwa dalam kesempatan itu Kim Jong Un mengklarifikasi sejumlah isu mendasar yang muncul ke permukaan dalam hal mencapai tujuan kemerdekaan global.


"Menyadarai kemerdekaan global merupakan hal penting bagi seluruh bangsa dan negara untuk meyakini kemerdekaan di bawah panji-panji anti imperialisme. Kemerdekaan adalah darah kehidupan dan prestise negeri dan bangsa dan simbol kedaulatan sebuah negara," ujar Kim Jong Un seperti dalam keterangan dari Kedubes Korea Utara.

Negara-negara dan bangsa-bangsa yang menginginkan kemerdekaan dan keadilan harus menolak intervensi asing dan dominasi serta mengukir masa depan mereka sendiri berdasarkan kemerdekaan.

Dia menegaskan bahwa perjuangan melawan imperialis dan kekuatan dominan dari agresi.

"Dalam perjuangan anti imperialisme sangat penting untuk menghentikan gerakan Amerika Serikat dan pengikutnya yang gemar mengintervensi dan menyalakan api peperangan. Perjuangan anti imperialisme juga harus mengawal perdamaian dan keamanan global," katanya lagi.

"Masyarakat pecinta damai di seluruh dunia tidak boleh mentolerir manuver kaum imperialis melawan kedaulatan bangsa-bangsa. Sebaliknya, mereka harus berjuang melucuti bahaya perang dan membela perdamaian dan keamanan global," sambungnya.

Dalam rangka membangun tata dunia baru yang damai, pergerakan kelompok pro perdamaian harus bisa melucuti agresifitas blok militer global.

Masyarakat progresif di seluruh dunia harus mengibarkan panji-panji perjuangan positif  untuk menciptakan keadilan internasional melampaui perbedaan pandangan politik, keyakinan, dan tingkat ekonomi serta pembangunan kebudayaan.

Keadilan internasional, masih menurut Kim Jong Un, tidak bisa terjadi dengan sendirinya. Dia hanya bisa dicapai ketika negara-negara pecinta kemerdekaan dan anti imperialis kuat.

"Bila sebuah negara tidak cukup kuat, di tidak akan memiliki suara di arena internasional. Negara-negara progresif yang cinta keadilan, harus memupuk kekuatan dirinya sendiri demi menciptakan bangunan baru yang disebutkan dunia merdeka," kata Kim Jong Un.

Dia juga mengatakan, penting untuk memulai perjuangan penuh semangat membela tujuan sosialisme dan menapaki jalan kemerdekaan. Sosialisme adalah kekuatan inti dalam perjuangan anti imperialis.

Dia agar kepada Gerakan Non Blok harus mampu memperkuat diri sendiri dan membangun.

"Gerakan ini harus mampu mengambil posisi sebagai kekuatan anti perang, kekuatan cinta damai," demikian Kim Jong Un. [dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Selesaikan Bentrok di Matraman dengan Kepala Dingin

Senin, 27 Juli 2026 | 20:25

Metode Backfill Tailing jadi Andalan Tambang Bawah Tanah Lebih Ramah Lingkungan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:24

Putusan Majelis Syura PKS: Dukung Kebijakan Ekonomi Prabowo Hingga Soroti LGBTQ

Senin, 27 Juli 2026 | 20:23

Pramono Minta Warga Kepala Dingin Sikapi Bentrokan di Matraman

Senin, 27 Juli 2026 | 20:16

Sebagai Wakil Rakyat, DPR Punya Tiga Tugas yang Wajib Dijalankan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:14

KSSK Bakal Libatkan Danantara dalam Setiap Pengambilan Keputusan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:02

Kuasa Hukum Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Masih Abu-Abu

Senin, 27 Juli 2026 | 19:59

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Komunitas Lintas Iman Satukan Tekad Hadapi Krisis Iklim

Senin, 27 Juli 2026 | 19:49

Kompetisi Debat Pemilu ke-VI Bawaslu Cetak Rekor Peserta Terbanyak

Senin, 27 Juli 2026 | 19:48

Selengkapnya