Berita

Puspayoga/Net

Bisnis

Puspayoga Jalin Kerjasama Dengan PUM Belanda Untuk Tingkatkan Ekspor UKM

MINGGU, 04 SEPTEMBER 2016 | 01:14 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga dalam lawatan ke Belanda bertemu dengan CEO Programma Uitzending Managers (PUM), Johan Van Den Gronden, di Den Haag, Belanda. PUM merupakan sebuah perusahaan konsultasi yang memberikan bantuan pendampingan kepada UKM secara sukarela.

Dalam kesempatan ini, Puspayoga mengapresiasi dukungan PUM terhadap peningkatan daya saing produk UKM Indonesia di pasar Belanda dan negara Eropa lainnya.

"Pertemuan ini untuk menggiatkan kembali kerjasama dengan PUM yang pernah membantu UKM Indonesia. PUM banyak memberikan dukungan untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia sehingga  dapat dipromosikan di Belanda dan negara Eropa lainnya," kata  Puspayoga dalam keterangan beberapa saat lalu (Minggu, 4/9).


Puspayoga menjelaskan bahwa dalam pertemuan Jumat waktu setempat itu telah menyepakati terjalinnya kembali kerjasama pengembangan produk-produk UKM Indonesia antara PUM dan Kemenkop UKM. Penandatangan kerjasama atau MoU tersebut akan dilaksanakan pada saat kunjungan Perdana Menteri Belanda ke Indonesia, November 2016.

PUM telah dikenal di banyak negara karena membantu UKM dengan sukarela untuk meningkatkan daya saing produknya. Karena itu, Menteri optimistis, dukungan PUM  dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia dalam aspek desain, kualitas dan standar.

CEO PUM Johan Van Den Gronden juga menyambut baik ajakan Menteri Puspayoga untuk mengaktifkan kembali peran PUM meningkatkan daya saing UKM Indonesia.

Duta Besar Indonesia untuk Belanda Gusti Agung Wiseka Puja mengatakan Eropa memang sangat ketat menerapkan standar dan kualitas yang ketat terhadap semua produk impor. Ini kerap jadi kendala masuknya produk UKM dari Indonesia ke Eropa.

"Kelemahan UKM kita ada di sertifikasi, kualitas dan standar serta branding," kata Gusti Wiseka.

Selain itu juga, lemah akses permodalan, akses teknologi dan akses pasar. Jika kendala itu bisa diselesaikan produk-produk UKM Indonesia akan memenuhi kriteria Eropa. Dijelaskan produk Indonesia sangat dikenal di Belanda, terbukti tiap kali Festival Pasar Tong Tong diadakan di Belanda, produk Indonesia sangat diminati.

"Khususnya produk makanan dari Indonesia sangat dicari. Bahkan di berbagai  supermarket oriental di Belanda, menjual produk makanan dari Indonesia," katanya. [ysa]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya