Berita

Kampus IPB/Net

Politik

Alumni FPIK IPB: Membangun Poros Maritim Harus Fokus Dan Berkelanjutan

SABTU, 03 SEPTEMBER 2016 | 09:54 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pemerintah didesak lebih fokus mewujudkan visi Indonesia sebagai negara poros maritim dunia dan memajukan perikanan dan kelautan nusantara yang pernah digaung-gaungkan Presiden Joko Widodo.

Demikian disampaikan Ketua Himpunan Alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (HA-FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Aziz pada acara RUAYA C-Day atau hari pulang Kampus Alumni Faultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (3/8).

"Selama lebih dari dua tahun pemeritahan, kami belum melihat fokus utama dan kerangka fundamental untuk mewujudkan visi menjadi poros maritim dunia yang berkelanjutan," kata Abdul Aziz.


Menurutnya, seharusnya pemerintah mampu mewujudkan visi poros maritim, perikanan dan kelautan menjadi konsensus nasional yang harus dipahami arah dan tujuannya.

"Saat ini kita belum punya peta jalan, kerangka kerja, siapa melakukan apa, padahal hal ini sangat fundamental. Juga belum ada jaminan apakah program ini berkelanjutan dimasa mendatang," tambah Abdul Aziz.

Namun, pihaknya mengapresiasi Presiden Jokowi mengeluarkan Inpres Nomor 7/2016 yang pada dasarnya melakukan percepatan pembangunan Industri perikanan nasional guna meningkatkan kesejahteraa masyarakat baik nelayan, pembudidaya, pengolah maupun pemasar hasil perikanan. Meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan meningkatkan devisa negara. Diharapkan, inpres ini menjadi landasan kepada kementerian/lembaga dan kepala daerah dalam mangambil langkah-langkah yang dperlukan secara terkoordinasi.

"Terhadap situasi ini, bagi Alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, kami komitmen untuk membantu mewujudkan visi pemerintah, dan saat inilah menjadi kesempatan yang sangat baik untuk mengambil peran yang lebih nyata dengan visi besar pemerintahan saat ini," ungkap Andul Aziz.

Lebih lanjut dikatakan, alumni perikanan IPB juga komitmen untuk bersama-sama memajukan perikanan dan maritim Indonesia melalui kerjasama sinergis antara akademisi, dunia usaha dan pemerintah dalam membangun perikanan dan maritim Indonesia dengan membuka lapangan pekerjaan baru, menemukan inovasi-inovasi baru dalam pembangunan perikanan dan maritim pada masa kini dan yang akan datang.

"Semua bisa diselesaikan jika para alumni bisa turun langsung membangun perikanan dan maritim Indonesia. Jangan sampai bicara perikanan dan maritim bukan dilakukan oleh para alumni perikanan karena kitalah yang paling mengerti tentang hal ini. Alumni Fakultas Perikanan dan Kelautan IPB memiliki kompetensi yang tinggi untuk membantu bersama-sama menyelesaikan persoalan ini," tegasnya.

Abdul Aziz menghimbau kepada para alumni agar memanfaatkan laut untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. "jangan biarkan laut kita yang begitu luas terbentang luas tidak dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Indonesia khususnya bagi para nelayan. Oleh karena itu kami mengharapkan semua alumni mengambil peran dalam menjadikan Indonsia sebagai poros maritim dunia," tukas dia.

RUAYA-C Day 2016 merupakan Hari Pulang Kampus Alumni Fakultas Perikanan dan Kelautan IPB. Kegiatan yang bertemakan "Menghimpun Alumni dan Civitas Akademika FPIK IPB memajukan Pembangunan Perikanan dan Kelautan" ini ditargetkan akan dihadiri minimal 2.000 orang alumni FPIK IPB yang berprofesi di berbagai bidang. Dalam Kegiatan Kegiatan RUAYA-C Day  2016, akan dilakukan Expo Usaha dan Inovasi Hasil Perikanan dan Kelautan dan Pengukuhan Badan Pengurus Daerah HA FPIK IPB. Juga dilaksanakan berbagai program yang akan dilaksanakan yaitu C-Fun Walk, C-Talk, C-Meet  Up, C-Competition, C-Expo, C-Fund Music Concert. RUAYA-C Day 2016 juga menjadi sarana untuk mengkampanyekan "Ayo Kita Makan Ikan" sebagai gaya hidup yang baik. Makan ikan akan membantu untuk mencukupi kebutuhan protein Indonesia. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya