Berita

Net

Politik

PKS Waspadai Penjualan BUMN Melalui Privatisasi

JUMAT, 02 SEPTEMBER 2016 | 04:00 WIB | LAPORAN:

Seluruh elemen masyarakat diminta untuk mengawasi dan mewaspadai penjualan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui privatisasi.

Hal itu sebagaimana disampaikan anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nurhasan Zaidi dalam keterangannya, Jumat (2/9).

"Fraksi PKS akan menjadi yang terdepan dalam menjaga aset BUMN agar tidak jatuh ke tangan asing. Fraksi PKS juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus mengawasi dan mewaspadai penjualan BUMN berkedok privatisasi, sebagaimana yang terjadi di era-era sebelumnya,"jelasnya.


Diketahui, pemerintah akan melakukan privatisasi empat BUMN sebagai konsekuensi dari penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) dari APBN-P 2016 sebesar Rp 9 triliun yang telah disetujui bersama oleh DPR. Empat BUMN itu adalah PT Jasa Marga Tbk. (Rp 1,25 triliun), PT Wijaya Karya Tbk. (Rp 4 triliun), PT Krakatau Steel Tbk. (Rp 1,5 triliun), dan PT Pembangunan Perumahan Tbk. (Rp 2,25 triliun).

Adapun mengenai syarat minimal kepemilikan saham pemerintah di masing-masing BUMN tersebut adalah 65,05 persen untuk PT Wijaya Karya Tbk., 70 persen untuk PT Jasa Marga Tbk., 80 persen untuk PT Krakatau Steel Tbk, dan 51 persen untuk PT Pembangunan Perumahan Tbk.

"Privatisasi kali ini akan diarahkan pada penerbitan saham baru. Kami akan terus mengawasi agar penerbitan saham baru tersebut pemerintah tetap dominan dalam penguasaan saham sesuai dengan proporsi minimalnya masing-masing," kata Nurhasan.

Dia menambahkan, dari privatisasi diharapkan dapat memperbesar porsi pembagian deviden pemerintah daripada publik. Dengan begitu, pemerintah dapat memberikan dukungan kepada BUMN agar dapat berperan lebih besar dalam menunjang program-program prioritas pemerintah.

Oleh karena itu, empat BUMN yang telah mendapatkan PMN tersebut harus disiplin dalam penggunaan anggaran. Sesuai dengan business plan yang telah disepakati dalam rapat kerja bersama Komisi VI.

"Komisi VI akan terus mengawasi perbaikan kinerja manajemen, direksi hingga kelembagaan BUMN tersebut agar sesuai dengan prinsip Good Cooperate Governance," tegas Nurhasan. [wah]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Kemenhut Sebut Kejagung Hanya Mencocokkan Data, Bukan Penggeledahan

Kamis, 08 Januari 2026 | 00:04

Strategi Maritim Mutlak Diperlukan Hadapi Ketidakpastian di 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:49

Komplotan Curanmor Nekat Tembak Warga Usai Dipergoki

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:30

Pemuda Katolik Ajak Umat Bangun Kebaikan untuk Dunia dan Indonesia

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:01

PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD karena Tak Mau Tinggalkan Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 22:39

Penjelasan Wakil Ketua DPRD MQ Iswara Soal Tunda Bayar Infrastruktur Pemprov Jabar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:56

Kejagung Geledah Kantor Kemenhut terkait Kasus yang Di-SP3 KPK

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:39

84 Persen Gen Z Tolak Pilkada Lewat DPRD

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:33

Draf Perpres TNI Atasi Terorisme Perlu Dikaji Ulang

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:09

Harta Anggota KPU DKI Astri Megatari Tembus Rp7,9 Miliar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:07

Selengkapnya