Berita

Nusantara

Ilyas Karim Pingsan Rumahnya Dirubuhkan Ahok

KAMIS, 01 SEPTEMBER 2016 | 16:46 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan pembongkaran paksa bangunan rumah warga yang dianggap liar di samping rel kereta api kawasan Kelurahan Rawa Jati, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis pagi (1/9).

Di antara puluhan rumah yang diratakan Pemprov, terdapat rumah di mana Ilyas Karim tinggal. Ilyas adalah pria renta berusia 87 tahun yang mengaku sebagai pengibar bendera merah putih saat hari proklamasi 17 Agustus 1945 di Pegangsaan Timur 56.

Dalam pembongkaran yang dilakukan Satpol PP tadi pagi, Ilyas sempat pingsan lantaran rumah yang dibangunnya bersama sang istri, Darnis (72), diratakan dengan alat berat.


Darnis bercerita kepada RMOL Jakarta usai rumahnya dirubuhkan. Sementara Ilyas Karim yang menderita penyakit jantung telah dibawa ke rumah sakit oleh salah satu anaknya di kawasan Cakung, Jakarta Timur.

"Sedih rumah digusur, enggak ada ganti rugi. Mau minta ganti rugi ke siapa kita juga bingung," kata Darnis, di depan rumahnya yang telah dihancurkan petugas.

Menurut wanita asal Padang Pariaman itu, ia dan keluarganya telah meminta kepada pemerintah agar rumahnya tidak ikut dibongkar dan akan membongkar rumahnya itu sendiri agar bahan-bahannya dapat dimanfaatkan kembali.

"Tadinya mau bongkar sendiri, tapi enggak diizinkan bongkar sendiri," kisahnya.

Sebelum dibongkar, kata Darnis, suaminya sempat shock. Ia dan anak-anaknya pun beberapa kali menenangkan Ilyas.

Darnis mengatakan, penggusuran terhadap rumahnya seakan menegasikan perjuangan yang telah dilakukan suaminya dalam memerdekakan Indonesia.

Beberapa tahun silam, Ilyas Karim sempat membuat heboh publik dan para pengamat sejarah. Itu akibat pengakuannya sebagai salah seorang pengibar bendera Merah Putih, yang merupakan jahitan dari Ibu Negara Pertama RI, Fatmawati, di Jalan Pegangsaan Timur 56.

Pengakuan Ilyas Karim sempat mendapat bantahan dari beberapa pihak, salah satunya dari politikus yang juga sejarawan, Fadli Zon.

Menurut Fadli Zon, orang bercelana pendek saat pengibaran bendera di halaman kediaman Bung Karno itu bukanlah Ilyas Karim melainkan Suhud, salah satu asisten Bung Karno.

Terlepas dari polemik sejarah di seputar Ilyas Karim, faktanya saat ini kurang lebih 60 rumah telah rata dengan tanah akibat kebijakan Pemprov DKI yang memindahkan warga ke Marunda, Jakarta Utara. Tinggal sebuah musala dan puing-puing yang tersisa di lokasi bekas penggusuran. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya