Berita

Muhadjir Effendy/Net

Politik

Jangan Sampai Muhadjir Terjungkal Seperti Anies Gara-gara KIP

KAMIS, 01 SEPTEMBER 2016 | 09:23 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pengamat pendidikan Indra Charismiadji menilai penyebaran Kartu Indonesia Pintar (KIP) di tangan siswa sudah mencapai 40 persen sudah cukup bagus.

"Ini cukup bagus sebab merupakan tahun pertama Mendikbud Prof Muhadjir Effendy. Perlu diketahui bahwa KIP ini sudah memakan korban yakni, mantan Mendikbud Anies Baswedan," kata Indra kepada wartawan, Kamis (1/9).

Dikatakan dia, KIP sudah membuat Anies terjungkal dari posisinya sebagai mendikbud. Makanya ia yakin Mendikbud yang baru tidak akan main-main dalam menyebarkan KIP ke tangan para siswa yang harus menerimanya.


Sebenarnya, terang Indra, KIP pengirimannya sudah 100 persen. Namun sayangnya KIP ini banyak yang mandeg di kantor kepala desa.

"Jika ada kepala desa yang nakal tak mau menyerahkan KIP ke siswa yang bersangkutan seharusnya kepala daerah menegurnya. Kalau dengan mendikbud mereka tak takut, tapi kalau dengan kepala daerah pasti takut," ujarnya.

Kemendikbud juga harus terus terang kepada publik jika KIP belum bisa tersebar dengan baik sebab Kemendikbud hanya mengandalkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Kalau ada penerima KIP yang kurang pas sebaiknya kontak ke Kemendikbud agar datanya bisa diperbaiki.

"Pemerintah kita masih susah untuk bersikap terbuka kepada publik. Bicara apa adanya kepada masyarakat, pasti masyarakat akan memaklumi dan menerima," ujar Indra.

Untuk diketahui terdapat 17,9 juta anak kurang mampu di Indonesia yang menjadi sasaran sebagai pemegang KIP. Dari jumlah itu, 97 persen sudah didistribusikan di era Menteri Anies Baswedan. Namun, rupanya 10 persen di antaranya bermasalah.

10 persen KIP hanya diantar sampai di kantor kelurahan. Alasannya karena tidak ada biaya operasional untuk mendistribusikan dan ada masalah pada data penerima KIP. Selain itu, ada pula persoalan bahwa ada penerima KIP yang sudah menikah, sudah lulus sekolah, menerima dua kartu, hingga temuan penerima KIP sudah meninggal dunia.

Untuk itu Kemendikbud melalui Satuan Tugas Indonesia Pintar (SIP) saat ini sedang mendorong percepatan distribusi di daerah yang KIP-nya bermasalah.
Satuan Tugas sudah mulai bergerak mengatasi KIP yang tertahan di kantor-kantor desa. KIP tersebut, sedang didistribusikan ke keluarga tidak mampu yang memiliki anak usia sekolah. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya