Berita

Foto/Net

Olahraga

Presiden Masuk Daftar Penyulut Api Kaldron

PON XIX Jawa Barat
KAMIS, 01 SEPTEMBER 2016 | 09:18 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Panitia penyelenggara PON, XIX, 2016 Jawa Barat memasuk­kan nama Presiden Joko Widodo dalam opsi sebagai penyulut Api di gelaran tersebut.

Bila hal ini terwujud, Jokowi akan menjadi presiden pertama yang menyulut api langung ke kaldron PON.

Eks Gubernur DKI itu juga didapuk untuk membuka perhelatan akbar itu di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung pada 17 September mendatang.


"Penyulut Api PONXIX/2016 Jabar masih terus dikaji, ada beberapa opsi. Termasuk salah satunya menyertakan Presiden masuk opsi, namun kita masih terus mematangkannya," kata Manager Kreatif Bidang Upacara PB PONXIX/2016, Jabar Satria Yanuar Akbar, kemarin.

Opsi itu merupakan salah satu dari sejumlah opsi lainnya. Yang jelas, pada prosesi itu akan menyertakan kehadiran legenda olahraga yang saat ini telah ditetapkan oleh PB PONXIX/2016. Mereka akan dilibatkan dalam estafet pembawa obor Api PONXIX/2016 Jabar. "Masih ada waktu 19 hari lagi, semuanya akan dimatangkan. Saat ini sudah memasuki tahapan yang sangat menentukan dari sebuah perhelatan pembukaan PONXIX/2016 Jabar," kata Satria.

Dikatakan, ada tujuh orang atlet legenda Indonesia yang akan mengarak obor secara estafet dan salah satu dari atlet tersebut akan menjadi bagian dari prosesi penyulutan api PON di kaldron sebagai tanda dimulainya kegiatan itu.

"Rencananya penyulutan api bersejarah tersebut akan di damp­ingi 20 "Pohaci" atau bidadari yang akan diperankan talent dari berasal dari kabupaten/kota di Jabar," katanya.

Diperkirakan puncak upacara pembukaan itu akan berlangsung pada 17 September 2016, sekitar pukul 22.00 WIB sekaligus menandai dimulainya perhelatan PONXIX/2016.  ***

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya