Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Jokowi Juga Gunakan Gaya Politik Ahok

KAMIS, 01 SEPTEMBER 2016 | 09:01 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. APBN Perubahaan 2016 baru saja disepakati dan disyahkan oleh DPR dengan Pemerintah. Dari kesepakatan itu 87 kementerian atau lembaga negara mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 767.8 triliun.

Direktur Center For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengatakan walaupun ABBN-P baru direaliasasikan, Presiden Jokowi tiba-tiba mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8/2016 pertanggal 26 Agustus 2016, untuk melakukan langkah-langkah penghematan dalam rangka pelaksanaan APBN-P.

Menurut Uchok, intruksi Jokowi tentang pemotongan anggaran ini, bukan sebuah penghematan, tapi pemerintah mengamputasi anggaran dengan wajah bengis. Karena dalam amputasi anggaran ini, ditemukan wajah pemerintah yang kejam dan bengis, karena selain belum ada pembahasan dan persetujuan dari DPR, pemerintah seenaknya saja main potong atau amputasi anggaran yang berdampak kepada penghorbankan program-program lembaga penegakan hukum, program anti korupsi, dan program program untuk mengatasi kemiskinan.


Selain itu, lanjut Uchok, amputasi anggaran ini, tanpa pembahasan DPR, memperlihatkan Jokowi sedang memakai gaya politik Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama "Ahok" yang paling jelek di Jakarta. Tanpa pernah mau melakukan pembahasan atau minta permisi kepada dewan, langsung melakukan tindakan tanpa berpikir, atau nanti kalau ada akibat dari amputasi anggaran ini, baru dipikirkan. Masa bodoh dengan peraturan yang sudah tidak ada. Anggap saja, seolah-olah aturan belum dibikin atau belum ada peraturan yang jelas, yang harus dijalankan oleh pemerintah Jokowi.

"Kalau begitu, untuk apa ada parlemen sebagai perwakilan rakyat, bubarkan saja DPR, Pak Jokowi. Tidak usah ada lembaga parlemen agar Jokowi punya full berkuasa tanpa ada yang mengawasi atau mitra dalam pembahasan anggaran. Dan lupakan saja dengan peraturanya yang menegaskan, bahwa pergeseran anggaran atau pergantiam ataupun penghapusan nomenklatur program harus ada perbahasan atau pemberitahuan anggota dewan sebagai hak budget dan pengawasan DPR," papar Uchok menegaskan.

CBA punya catatan dalam lampiran Inpres tersebut. Dimana tertuang besaran penghematan atau anggaran yang sudah diamputasi sebesar Rp 64.7 triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp 767.8 triliun. Jadi, alokasi anggaran kementerian atau lembaga, saat ini merosot tajam, setelah Sri mulyani Jadi Menteri Keuangaan. Kini tinggal tersisa sebesar Rp 666.6 triliun.

"Amputasi anggaran ini yang jadi korban hanya rakyat kecil, dan wajar saat ini rakyat berduka, dan prihatin atas berkurang anggaran buat rakyat kecil padahal buat pokok dan bunga utang, pemerintah tidak berani melakukan pemotongan anggaran. Beraninya hanya sama rakyat kecil," demikian Uchok. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya