Berita

Jaya Suprana

Prihatin Kekerasan Di Transjakarta

RABU, 31 AGUSTUS 2016 | 09:45 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

MELALUI akun facebook pribadinya, Andrew Budikusuma curhat  bahwa dirinya telah menjadi korban pemukulan oleh orang tak dikenal di dalam bus transjakarta. Selain dipukul, Andrew juga mendapat kata-kata bernada rasial dari orang tak dikenal tersebut.

Andrew menceritakan, kejadian tersebut terjadi pada Jumat 26 Agustus 2016 sekitar pukul 20.30 WIB lalu. Saat itu, dia tengah menaiki bus Transjakarta dari Kuningan menuju ke Semanggi. Setibanya bus tersebut di Halte Semanggi, ada sekitra tiga sampai empat orang menaiki bus yang ditumpangi Andrew lalu  datang menghamipiri Andrew sambil berteriak "Ahok Ahok, lu Ahok ya?" dan mengajak berkelahi, lalu memukulnya.   

Andrew mengatakan, dia sudah berusaha mengelak ajakan berkelahi dari orang yang tak dikenal tersebut. Namun, orang tak dikenal itu tetap saja memukul Andrew di bagian kepala dan bibirnya. Selain itu, orang tersebut juga berusaha menariknya keluar dari dalam bus. Beruntung, ada salah satu penumpang yang menolong Andrew dengan menariknya ke dalam bus kembali.   Setelah memukul, orang tak dikenal tersebut langsung turun di Halte JCC.


Andrew mengaku tak sempat mengenali orang tersebut karena kejadiannya begitu cepat. Dia hanya mengingat orang tak dikenal tersebut menggunakan baju batik. Andrew mengaku menyesal petugas Transjakarta tidak menolongnya. Menurut dia, petugas Transjakarta tidak responsif dan tidak menyuruh dia untuk membuat laporan mengenai kejadian naas yang menimpanya. Andrew berencana melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya.

Andrew mengaku sudah menghubungi pihak Transjakarta mengenai adanya CCTV yang merekam kejadian tersebut di Halte JCC. Namun, pihak Transjakarta meminta Andrew membawa surat keterangan dari pihak kepolisian untuk meminta rekaman CCTV tersebut. Bahwa peristiwa kekerasan terhadap Andrew terjadi belum lama setelah tragedi kekerasan di Tanjung Balai, benar-benar membuat lubuk sanubari saya merasa prihatin.

Saya yakin arwah almarhum Gus Dur juga merasa prihatin bahwa ternyata kebencian ras masih hadir di Indonesia meski UU anti diskriminasi ras telah resmi dihadirkan. Saya senantiasa teringat pesan Gus Dur ketika saya mengucapkan terima kasih atas perjuangan beliau sehingga akhirnya UU anti diskriminasi ras hadir di persada Nusantara tercinta ini. Gus Dur berpesan agar kehadiran UU anti diskriminasi ras jangan sampai membuat diri saya lupa diri sehingga bersikap dumeh, takabur, pongah, arogan, semau gue, mentang-mentang merasa diri terlindungi oleh hukum.
Menurut Gus Dur, sebagai minoritas saya wajib selalu menghormati mayoritas di dalam kehidupan Bhinneka Tunggal Ika bangsa Indonesia. Wajar, apabila saya ingin dihormati orang lain maka saya wajib menghormati orang lain dengan sikap , perilaku dan ucapan yang nyata menghormati orang lain.  Di samping ajaran saling menghormati, Gus Dur juga mewariskan ajaran anti kekerasan kepada saya. Maka apa pun alasannya, secara tegas saya tidak membenarkan tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap Andrew Budikusuma.

Secara tegas pula saya membenarkan Andrew Budikusuma tidak melakukan kekerasan terhadap kekerasan yang dilakukan terhadap dirinya. Saya menghargai langkah Andrew segera menempuh jalur hukum untuk melaporkan kekerasan yang dilakukan terhadap dirinya kepada kepolisian.

Melalui naskah ini pula, dengan penuh kerendahan hati saya memberanikan diri memohon ke segenap pihak agar berkenan tidak mengembangkan peristiwa kekerasan di Transjakarta menjadi isu lepas kendali ibarat bola api yang rawan menggelinding ke sana ke mari ganas membakar suasana kehidupan nan indah, sejuk, aman, damai dan tenteram di Tanah Air tercinta kita ini.[***]
 

*Penulis adalah pembelajar ajaran-ajaran Gus Dur


 

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya