Berita

Bisnis

Menteri Puan: Prospek Industri Jamu Dan Kosmetik Cukup Potensial

SELASA, 30 AGUSTUS 2016 | 17:22 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Di era globalisasi saat ini, hal-hal yang serba instan, termasuk dalam hal produk makanan-minuman, tak boleh menghilangkan begitu saja dari hal-hal yang ‎ berbasis budaya dan tradisional yang memiliki efek positif hilang begitu saja. Untuk itulah semenjak dua tahun lalu pemerintah mengkampanyekan kegiatan minum jamu bersama yang diselenggarakan di kementerian/lembaga secara bergantian.

‎Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (Menko PMK) Puan Maharani saat membuka secara resmi Pameran Industri Kosmetik dan Jamu yang diselenggaran oleh Kementerian Perindustrian.

Menko PMK memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Pameran Industri Kosmetik dan Jamu yang mempunyai arti yang sangat penting sebagai ajang promosi dan penyebaran informasi  atas berbagai produk kosmetik, jamu, dan obat tradisional yang dihasilkan oleh industri dalam negeri.

"Ini adalah agenda tahunan di Kementerian Perindustrian yang biasanya dibarengi dengan kegiatan minum jamu bersama dan saya selalu mengikutinya," ungkap Puan di Jakarta (Selasa, 30/8).

Puan sempat bercerita bahwa sejak kecil dirinya telah terbiasa minum jamu karena memang sudah dibiasakan sejak kecil, bahkan menurutnya ada sedikit paksaan dari ibunya untuk minum jamu.

Memang meminum jamu khasiatnya tidak instan, dan akan dirasakan manfaatnya setelah beberapa tahun ke depan atau ketika kita dewasa," jelas Puan‎.

Hal ini, lanjut Puan, menjadi tantangan kita sebagai orang tua untuk menularkan kebiasaan baik tersebut kepada generasi muda saat ini karena memang efek manfaatnya tidak secara instan dirasakan karena generasi muda saat ini lebih cenderung ke hal-hal yang bersifat instan.

"Hal ini juga membuat saya dan Ibu Menkes sering berargumen mengenai posisi jamu di dunia medis modern saat in," ungkap Menko PMK.

Industri kosmetik dan jamu pada tahun ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Khusus indsutri kosmetik, pertumbuhannya jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional, hingga mencapai dua digit. Peningkatan tersebut, lanjut Menko PMK, menunjukkan bahwa prospek industri kosmetik dan jamu cukup potensial mengingat Indonesia memiliki banyak tanaman herbal yang secara turun temurun sudah banyak digunakan baik untuk kesehatan dan kecantikan.

Industri ini besar kaitannya dengan kekayaan budaya dan bahan baku yang berbasis sumberdaya kekayaan alam Indonesia. Inilah yang disebut industri berbasis kearifan lokal bangsa Indonesia, dimana industri ini merupakan gabungan antara pemanfaatan sumber hayati dalam negeri dengan budaya dan teknologi,” terang Puan.

Menurut Menko PMK, dalam industri ini terjadi pertemuan nyata antara jalur ekonomi dan jalur budaya, dimana kita mampu mengembangkan perekonomian tanpa melupakan warisan luhur budaya bangsa.

"Jelas ini merupakan perwujudan Trisakti yaitu berkemandirian dalam ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan,” kata Menko PMK.

Guna mendukung kemajuan indsutri ini, menurut Menko PMK, perlu dukungan dari sektor pertanian untuk dapat memenuhi kebutuhan bahan baku. Selain itu, harus juga dipersiapkan sumber daya manusia yang mampu menopang keberlanjutan industri kosmetik dan jamu.

"Bagaimanapun juga, kesiapan human infrastructure menjadi prasyarat keberhasilan industri apapun di Indonesia,” tegas Puan.

Menko PMK juga menyarankan para pelaku indsutri kosmetik dan jamu di Indonesia untuk menyebarkan pengetahunan tentang keunggulan produk-produk dalam negeri. Semakin lengkap informasi dan pengetahuan yang diperoleh masyarakat, semakin cepat produk tersebut diterima masyarakat luas.

Menko PMK juga berpesan agar pihak industri dan kementerian/lembaga yang terkait diharapkan mengambil langkah yang nyata agar masyarakat tidak dirugikan dengan banyak beredarnya produk-produk kosmetik dan jamu yang ilegal yang menggunakan bahan baku kimia yang dilarang, tidak memiliki ijin edar dan tidak memenuhi standar kesehatan yang jelas.

"Ketika saya berbicara dengan BPOM mengenai maraknya peredaran jamu dan kosmetik palsu saya langsung mengimbau BPOM untuk terjun langsung ke lapangan dan menyisir peredaran jamu serta kosmetik ilegal, karena merekalah yang tahu dan mengerti bahwa jamu tersebut iligal apa tidak. Karena efek negatif jamu ilegal juga tidak instan," jelas Menko PMK.

Menurut Menko PMK, kementerian PMK terus mendorong industri jamu dan herbal tradisional yang memiliki dampak bagus bagi kesehatan untuk terus dikembangkan.

"Setahu saya tidak ada laporan dari warga dirugikan secara medis akibat minum jamu atau herbal tradisional," demikian Puan. [ysa]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Serap Aspirasi Warga Pandeglang, Arif Rahman Kawal Sektor Pertanian dan Perikanan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:14

Hormati Putusan MK, Komisi X DPR Minta Pendidikan dan MBG Tetap Jalan Beriringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak Maret

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:51

Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:41

Kesiapan Fasilitas Zikir Kebangsaan Monas: Dari Ambulans Hingga Ratusan Ribu Konsumsi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:34

K-SIGN Rote Ndao Dipacu Jadi Pilar Swasembada Garam Nasional

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:15

Harga Logam Mulia Terkoreksi Meski Mampu Akhiri Tren Penurunan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:02

Dul Mungkin Tak akan Naik Bus Malam Lagi Setelah Ketahuan Bawa Sabu

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:45

Arab Saudi Sambut Kesepakatan Pelucutan Senjata di Gaza, Israel Harus Mundur

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:34

Ramai Mal Pasang Pagar Tinggi di Tengah Situasi Kamtibmas Kondusif

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:23

Selengkapnya