Berita

Muhammad Syafii/Net

Politik

Romo Syafi'i: Jokowi Cuma Asal Bunyi

SELASA, 30 AGUSTUS 2016 | 15:47 WIB | LAPORAN:

Politikus Partai Gerindra turut mendukung kritik dari Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang menyebut program poros maritim dunia dari pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla masih sebatas retorika.

Anggota DPR dari fraksi Gerindra, Muhammad Syafi'i, mengakui sejauh ini belum melihat program-program yang dibuat Jokowi didasari kajian lengkap dan terpadu. Kebijakan yang diambil pemerintah selalu bersifat sektoral, terlihat bukan hanya pada program ambisius poros maritim dunia.

"Contoh (proyek) kereta cepat, sejauh mana kebutuhan kita? Belum jelas. Apakah itu sebanding dengan nilai tanah yang harus dibebaskan? Dana Rp 70 triliun kalau dihitung-hitung bisa jadi 1000 rangkaian kereta api biasa. Masih banyak jalur-jalur yang sebenarnya bisa dilalui oleh kereta api. Pembebasan tanahnya belum jelas, bagaimana aturannya belum jelas, dia (Jokowi) langsung saja," kata Syafi'i di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (30/8).


Kemudian soal mega proyek pembangunan pembangkit listrik 35 ribu megawatt, yang menurutnya juga tidak memiliki perencanaan matang dan  konsep terpadu.

"Programnya cuma jadi mercusuar, tidak punya perencanaan matang, konsepnya tidak pernah terpadu," ungkapnya.

Melihat banyak rencana dan kebijakan besar pemerintah yang tidak dikaji matang, politikus yang biasa disapa dengan Romo Syafi'i ini menilai Presiden Joko Widodo sebagai pemimpin asal bunyi atau Asbun.

"Asbun saja, sama kayak dia bilang harga daging harus Rp 80 ribu per kilo untuk bulan puasa. Apa yang sudah disiapkannya untuk pernyataan itu? Enggak ada, sampai hari ini harga daging tetap Rp 120 ribu per kilo. Jadi, Jokowi itu menurut saya, Asbun," ucapnya. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya