Andrea Belotti menunjukkan kapasitasnya sebagai bomber dengan mencetak hattrick untuk kemenangan Torino 5-1 saat menjamu Bologna di Stadion Olimpico di Torino, dinihari, kemarin.
Belotti membuka skor ketika pertandingan memasuki menit ke-28. Hanya 5 menit kemudian Bologna sempat menyamakan skor menjadi 1-1 lewat gol Saphir Taider. Namun, skor saat jeda 2-1 untuk tuan rumah setelah Belotti mengembaÂlikan keunggulan Torino dengan gol keduanya pada menit 37.
Pada babak kedua, gol-gol dari Josef Martinez (53’) dan Daniele Baselli (80’) menjadiÂkan Torino unggul 4-1. Skor mestinya bisa 5-1 hanya 3 menit kemudian, tapi penalti Belotti gagal. Namun, dia membayar kesalahannya
dengan memberi gol keÂlima atau ketiganya dalam laga itu 2 menit menjelang laga bubar.
Belotti merupakan peÂmain paling menonjol pada Giornata 2 Serie.
Itulah hattrick pertama pemain 22 tahun itu dalam karier profesionalnya. Dia juga kini memimpin daftar top skor dengan empat gol, setelah di pekan pertama mengukir satu gol kala Torino dikalahkan ACMilan 2-3.
Catatan negatifnya dari dua laga tersebut adalah, kegagalannya eksekusi dua penalti setelah dapat dipatahkan kiper lawan â€"Gianluigi Donnarumma (Milan) dan Antonio Mirante (Bologna).
"Malam ini Mirante melakukannya dengan baik, seperti Donnarumma sebelumnya. Itu berarti saya akan mengubah sesuatu," ucap Belotti.
Terlepas dari kegaÂgalan penaltinya, Belotti sedang memperliÂhatkan talentanya sebagai calon peÂnyerang masa depan Italia, sebagaimana diprediksi banyak pengamat sepakbola Italia.
Mengawali kariernya di klub AlbinoLeffe, bakat Belotti mulai terendus ketika mencetak 12 gol di musim 2012/2013, saat timnya bermain di Lega Pro Seconda Divisione, atau divisi empat dalam hierarki kompetisi Liga Italia.
Di musim panas 2013, Palermo yang baru terdegradasi ke Serie B memboyong Belotti denÂgan status pinjaman. Hasilnya lumayan. Selama satu musim pemain setinggi 181 cm itu mengoleksi 10 gol, dan ikut memÂbantu timnya kembali promosi ke Serie A.
Setelah dua musim membeÂla Rosanero, Belotti dibeli Torino pada musim panas 2015. Permainannya pun semakin meningÂkat. Sepanjang musim lalu dia mendulang 12 gol dari 35 pertandÂingan, termasuk gol penaltinya di menit 48 pada 20 Maret 2016 ke gawang Juventus. Meskipun Torino kalah 1-4, tapi Belotti menÂgakhiri rekor tidak kebobolan Gianluigi Buffon selama 974 menit berturut-turut.
Hingga kini Belotti memang belum berhasil menembus tim senior di level timnas Italia, walaupun sudah memulainya dari level U-19, 20, dan 21. Sepertinya kesÂempatan itu hanya tinggal menunggu waktu. "Tak banyak pemain sepertinya. Dia adalah defender pertama untuk tim, yang mana itu adaÂlah sebuah kontribusi yang penting," puji pelatih Belotti di timnas Italia U-20, Alberigo Evani.
Selain talentanya yang sedang menanjak, Belotti punya ciri khas yang sudah dikenal pubÂlik Italia, yaitu gaya perayaan gol, yang kemudian menjadi julukannya, Gallo alias jambul ayam. Lantaran, setiap habis menjebol gawang lawan, Belotti akan menaruh telapak tangan kanannya di jidat. Katanya, dia terinspirasi oleh gaya seorang teman kecilnya, meniru-niru ayam jago. ***