Berita

Dunia

Sekjen PBB Ikut Prihatin, Minurso Mentahkan Tuduhan Polisario

SENIN, 29 AGUSTUS 2016 | 20:56 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

SEKJEN PBB Ban Ki-moon prihatin dengan ketegangan yang tengah antara Kerajaan Maroko dan kelompok separatis Polisario yang didukung Aljazair, di Guerguerat, dekat perbatasan Maroko dengan Mauritania.

Hal itu disampaikan Sekjen PBB dalam pernyataan tertulis hari Minggu (28/8).

"Sekretaris Jenderal sangat peduli atas ketegangan yang berkembang di Jalur Buffer di baratdaya Sahara antara batas pasir Maroko dan perbatasan Mauritania," tulisnya seperti dikutip dari SahabatMaroko.Com.


Pernyataan Ban Ki-moon sebagai respon atas tuduhan yang disampaikan oleh pimpinan baru Polisario, Brahim Ghali. Menurut Polisario, Maroko melanggar perjanjian damai yang ditandatangani pada 1991 karena menduduki Guerguerat.

Sementara pihak Maroko memiliki alasan kuat untuk mengirimkan pasukan keamanan ke Guerguerat yang berada di dalam teritori Maroko, yakni untuk untuk membersihkan Guerguerat dari aktivitas penyelundupan dan terorisme.

Sebelum Ban Ki-moon memberikan respon, pasukan penjaga perdamaian Minurso telah lebih dahulu melakukan penyelidikan di kawasan itu dengan mengerahkan tim pengamat dari udara maupun darat. Minurso menyimpulkan, tidak menemukan kehadiran militer Maroko untuk maksud seperti yang dituduhkan Polisario.

"Minurso tidak menyaksikan kehadiran militer atau peralatan militer di jalur buffer," ujar deputi jurubicara PBB Farhan Haq dalam keterangan tanggal 18 Agustus.

Juga disebutkan bahwa Minurso menyaksikan kendaraan civil yang melintasi tembok  pasir di kawasan itu.

Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa Polisario sengaja melemparkan isu tentang aktivitas militer Maroko untuk menaikkan suhu ketegangan di kawasan itu setelah gagal mendapatkan simpati dan dukungan dari berbagai lembaga internasional dan PBB. [dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya