Berita

Ahok-Jokowi/Net

Politik

Ubedillah Badrun: Mengapa Jokowi Pertahankan Ahok

SENIN, 29 AGUSTUS 2016 | 08:54 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Pengamat Sosiologi Politik dari Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun mengatakan, saat ini politik telah menjadi industri. Dimana, dalam kondisi tersebut kepentingan pemilik modal menjadi salah satu yang paling berperan dalam menentukan kebijakan.

Dikatakan Ubed, sapaan akrabnya, jika hal itu kemudian ditarik pada hubungan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akan terjadi hal yang sama.

Dari kondisi tersebut, kata Ubed, muncul pertanyaan mengapa hingga saat ini Jokowi masih mempertahankan Ahok?


"Saya menduga, hubungan antara Jokowi dan Ahok tidak terlepas dari pemilik modal. Artinya punya pemilik modal yang sama dengan Jokowi, tentu saja, Ahok punya rahasia tentang Jokowi, tapi saya nggak tahu rahasianya apa. Saling tahu rahasia masing-masing, kalau bahasa lainnya punya kartu As masing-masing," ungkap Ubed, dalam diskusi Lembaga Studi Kebangsaan 1998, Perilaku Ahok Merugikan Jokowi, di Resto Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (28/8).

Rahasia yang dipegang Jokowi dan rahasia yang dipegang Ahok, lanjut Ubed, menyebabkan keduanya saling tersandera.

"Rahasianya apa, hanya mereka berdua yang tahu. Tapi publik punya asumsi tertentu tentang apa yang ada di balik semuanya," ujarnya.

Sementara, adanya rumor yang berkembang mengenai Ahok akan diangkat menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, menurut Ubed, hal itu adalah target menuju pemilu tahun 2019 mendatang dimana, Ahok akan punya target yang lebih besar secara politik.

"Kalau misalnya (Ahok) menjadi Menteri ESDM, saya kira itu menteri yang sangat strategis, menteri yang sangat basah, saya kira punya waktu untuk menuju 2019, punya modal yang sangat banyak untuk menuju 2019," pungkasnya. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya