Berita

Irma Chaniago/Net

Kesehatan

Kondisi RS Daerah Memprihatikan, Menkes Harus Tanggap

RABU, 24 AGUSTUS 2016 | 03:26 WIB | LAPORAN:

Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago meminta Menteri Kesehatan Nila F Moeloek untuk lebih memerhatikan rumah sakit-rumah sakit yang ada di daerah. Pasalnya, saat ini banyak rumah sakit (RS) daerah yang kondisinya sangat memprihatinkan.

Saat reses lalu, politisi Nasdem ini berkunjung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Saat pertama masuk, Irma langsung geleng-geleng kepala. Betapa tidak, kondisi RS itu sangat memprihatikan. Pelafon atas di sekitar koridor bocor bahkan sudah ditumbuhi lumut, lingkungannya kumuh, alat kesehatannya sangat minin, dan tempat tidur untuk pasien kotor dan rusak.

"Yang paling membuat saya prihatin, masa di ruang kebidanan ada kucing, ada jemuran handuk di mana-mana. Kan itu tidak boleh,” ucap Irma di Gedung DPR, Selasa (23/8).


Kondisi memprihatinkan tidak hanya terlihat di koridor. Ruang ICU dan  kamar rawat VIP juga kondisinya sama. Pending udaranya tidak jalan dan keramik di toiletnya pecat-pecah. "Kamar VIP di sana itu sama dengan kamar kelas III RSU Muara Enim. Jadi, jangan dibandingkan dulu dengan kondisi di RS yang ada di Jakarta, karena pasti jauh berbeda,” cetusnya.

Irma mengakui, biaya berobat di RS tersebut memang murah. Untuk kamar VIP saja, biaya hanya Rp 100 ribu per bulan. Namun, biaya murah tersebut tidak boleh dijadikan sebagai alasan RS tersebut tetap kumuh. Apalagi, RSUD Kayuagung merupakan RS tipe B dan rujukan untuk regional di sana.

Saat ditanya ke pengelola, kata Irma, ternyata RS tersebut belum direnovasi selama 13 tahun terakhir. Makanya, dia akan meminta Menteri Kesehatan bisa lebih peduli.

Irma menduga, kondisi serupa terjadi juga terjadi di RSUD di daerah-daerah lain. "Mungkin banyak rumah sakit lain yang kondisinya seperti itu. Makanya, saya meminta Menkes untuk memerhatikan ini. Besok (hari ini, red), Komisi IX akan rapat dengan Menkes. Saya akan laporkan kondisi ini. Agar ada bantuan dari APBN untuk RS seperti itu,” ucapnya.

Untuk urusan penyaluran bantuan, Irma tidak akan ikut campur. Dia hanya akan mengawal agar perbaikan pada RS-RS ada di daerah bisa segera dilakukan. RS tersebut harus segera direnovasi agar bersih, streril, dan punya alat kesehatan yang lengkap. Dengan begitu, masyarakat pun akan mendapat pelayanan yang prima. "Untuk bantuan, biar langsung saja.”

Irma berharap, Menkes bisa tanggap terhadap hal ini. Sebab, pelayanan kesehatan merupakan salah satu tugas utama pemerintah. [sam]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya