Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Pemerataan Kebahagiaan

SELASA, 23 AGUSTUS 2016 | 11:30 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SETIAP kali 17 Agustus tiba, saya merasa bersyukur sebab secara pribadi saya beruntung telah dapat menikmati nikmat kemerdekaan Indonesia. Di sisi lain lubuk sanubari saya terasa getir akibat sadar bahwa tidak semua saudara-saudari se Tanah Air beruntung dapat menikmati nikmat kemerdekaan Indonesia. Masih banyak warga Indonesia setelah Indonesia 71 tahun merdeka,  terpaksa masih hidup di bawah apa yang disebut sebagai garis kemiskinan.

Pemerataan kemakmuran memang belum berhasil hadir di persada Nusantara. Jurang kesenjangan kemakmuran alih-alih menyempit malah makin melebar. Jarak antara mereka yang kayaraya dengan mereka yang miskin papa bukan hanya tampil pada angka statistik namun juga tampak nyata pada kenyataan. Mujur, justru pada setiap 17 Agustus, kegalauan pada lubuk sanubari terasa terhibur.

Setiap 17 Agustus menggeloralah semangat pemerataan kebahagiaan dari rakyat untuk rakyat oleh rakyat! Di segenap pelosok Nusantara bahkan mancanegara, setiap 17 Agustus rakyat Indonesia bersatupadu merayakan hari kemerdekaan Indonesia dalam suasana kegembiraan sebagai ungkapan rasa kebahagiaan di lubuk sanubari masing-masing atas kemerdekaan bangsa Indonesia. Tua muda, lelaki perempuan, kaya miskin, termasuk para narapidana tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bersama mendirgahayu kemerdekaan bangsa Indonesia. Luapan rasa bahagia sangat nyata terasa pada Pesta Rakyat yang diselenggarakan dari rakyat untuk rakyat oleh rakyat. Pesta Rakyat sama halnya dengan halal bihalal merupakan mahakarsa dan mahakarya peradaban dan kebudayaan bangsa Indonesia yang tiada duanya di planet bumi ini.


Hanya di Indonesia, luapan kebahagiaan rakyat atas kemerdekaan bangsa mereka diungkapkan secara penuh kegembiraan melalui Pesta Rakyat seperti lomba lari karung, lomba mengejar ayam sambil mata tertutup, lomba lari beregu terompah panjang, lomba panjat pinang atau bambi, lomba lari suami menggendong isteri atau sebaliknya, lomba makan kerupuk gantung, lomba lari mundur, lomba lari ganda kaki diikat, lomba baca puisi kemerdekaan, lomba menyanyi lagu perjuangan, lomba pidato teks proklamasi , lomba pidato makna kemerdekaan, lomba adu bantal di atas air, lomba bersiul, lomba pantun, lomba gurindam, lomba mocopat, lomba siteran, lomba musik daerah, lomba busana daerah, lomba meramu jamu, lomba masak hidangan daerah, lomba ketahanan mata tak berkedip, lomba berdiri diam, lomba merayu, lomba menirukan suara satwa, dan anekaragam lomba seolah tak kenal batas kreatifitas.

Mengharukan, menyaksikan bagaimana setiap kali pada tanggal 17 Agustus, bangsa Indonesia bersatupadu-ria dalam kegembiraan Pesta Rakyat mendirgahayu kemerdekaan Republik Indonesia.

Makin mengharukan lagi, menyaksikan rakyat tergusur bahagia dan bangga menyelenggarakan upacara pengibaran bendera Merah Putih sambil berpadu-suara menyanyikan Indonesia Raya dan membacakan teks proklamasi kemerdekaan di atas puing-puing rumah mereka yang telah rata dengan permukaan bumi akibat digusur demi pembangunan. Alangkah indahnya, apabila semangat pemerataan kebahagiaan pada tanggal 17 Agustus, merambah ke setiap hari sepanjang tahun dilanjutkan dengan semangat pemerataan kemakmuran sesuai asas kemanusiaan adil dan beradab dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagai bekal perjuangan bersama menempuh perjalanan panjang menuju cita-cita terluhur bangsa Indonesia: masyarakat adil dan makmur!  MERDEKA! [***]

Penulis adalah Pendiri Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI)

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Manifesto PRD 1996: Ketika Sekelompok Anak Muda Membuat Penguasa Susah Tidur

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:27

Kanada Minta Warganya Waspadai Wabah Cyclospora sebelum Bepergian ke AS

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:16

BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:10

Ganti Kapolri dan Jaksa Agung Diusulkan Barengan

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:06

Kemnaker Jamin 134 Pegawai PT Amos Terima Pesangon Rp12,7 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:03

Purbaya Ungkap Alasan RI Tawarkan Pajak 0 Persen Selama 50 Tahun di PFII

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:47

KPK Sita Toyota Alphard Diduga Hadiah Proyek Bupati Lalu Ahmad Zaini

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:30

Risiko Perang Terbuka AS-Iran Meningkat Gegara Rebutan Selat Hormuz

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:23

KPK Bantah Kabar Penangkapan Gatot Heroe Hernanda

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:17

Fahira Ungkap Lima Tantangan Anak Indonesia dan Solusinya

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:12

Selengkapnya