Berita

Suryo Prabowo/Facebook

Politik

Letjen (Purn) Suryo Prabowo: Kita Terlalu Permisif Terhadap Singapura

JUMAT, 19 AGUSTUS 2016 | 15:35 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Mantan Kepala Staf Umum TNI (Kasum TNI), Letjen TNI (Purn) Johannes Suryo Prabowo, mendesak Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar RI di Singapura untuk melakukan protes kepada pemerintah Singapura terkait perlakuan diskriminatif yang diterimanya.

Sampai sekarang, Suryo belum mengetahui alasan sebenarnya mengapa ia dimasukkan ke dalam daftar hitam Singapura.

Soal blacklist itu ia ketahui saat transit di Bandara Changi, kemarin, dari perjalanan ke Fiji. Tepatnya, ketika ia transit untuk mengambil bagasi karena mesti pindah pesawat untuk kembali ke Jakarta mengikuti perayaan hari kemerdekaan.


Menurut dia, pengalaman pahitnya itu juga pernah dialami banyak warga negara Indonesia. Dari kesaksian yang diterima Suryo di media sosial maupun secara pribadi, ternyata seringkali WNI diperlakukan tak layak oleh otoritas Singapura.

"Saya sering bepergian ke luar negeri, yang perlakukan saya seperti itu hanya Singapura," ungkapnya saat diwawancara Kantor Berita Politik RMOL, sesaat lalu (Jumat, 19/8)..

"Banyak orang Indonesia yang mengalami seperti saya di Singapura. Seolah kita dimusuhi oleh Singapura. Apakah dia perlakukan kita sebagai kawan atau lawan?" ucapnya.

Ia juga mengingatkan beberapa kali terjadi insiden diplomatik antara Singapura dan Indonesia. Misalnya, pernah Menteri Luar Negeri RI diperlakukan tidak layak oleh otoritas Singapura.

"Kita terlalu permisif terhadap mereka. Saya tuntut pemerintah berani dan tegas menjaga martabat warganya dan Singapura harus minta maaf. Mereka harus minta maaf," tegasnya.

Ia juga mengatakan, selama ini ada tiga negara yang kerap mendiskriminasi WNI, yaitu Singapura, Amerika Serikat dan Australia.

Pagi tadi, Suryo menulis di akun facebooknya mengenai kekecewaannya terhadap Singapura. Meski pesimis, ia tetap menuntut pemerintah dan parlemen untuk bersikap tegas kepada negeri jiran itu terkait kasus yang dialaminya. Berikut tulisannya di facebook:

Ini bukan untuk kepentingan pribadi

Tetapi bila seorang pensiunan jenderal bintang-3 di blacklist pemerintah Singapura TANPA ALASAN yang jelas. Lalu Pemerintah dan DPR RI tidak menilai ini sebagai skandal, bahkan diam saja karena menganggap nggak penting-penting amat untuk direspons. Sangat mungkin WNI yang biasa-biasa saja akan dengan mudah dilecehkan oleh imigrasi Singapura.

Kalau Singapura jelas-jelas menunjukkan perilaku yang tidak bersahabat dengan Rakyat Indonesia, mungkin Pemerintah RI perlu meninjau ulang kebijakan kerjasama dibidang kontraterorisme dengan Singapura, dan kerjasama bilateral lainnya.

Tapi ..... apa mungkin ya, pemerintah dan DPR RI mau membela pensiunan yang bisanya cuma ngomel melulu. Emangnya pensiunan seperti saya ini mewakili dignity, atau martabat Bangsa Indonesia ?

Lagi pula sekarang ini pemerintah kan lebih bisa memahami, memaafkan, dan membela perilaku negara asing daripada bangsanya sendiri.
[ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

UPDATE

Presiden Prabowo Minta Fokus Pengelolaan SDA untuk Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 28 Januari 2026 | 20:15

BMKG: Cuaca Ekstrem Efek Samping OMC adalah Kekeliruan Sains

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:58

Kasus Penjual Es Gabus di Kemayoran Disorot DPR

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:54

Berikut Tiga Kesimpulan RDPU DPR soal Kasus Hogi Minaya

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:35

Disanksi Disiplin, Serda Heri Minta Maaf dan Peluk Pedagang Es Gabus

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:29

Pemuda dan Aktivis Mahasiswa Ingin Dilibatkan dalam Tim Reformasi Polri

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:20

Raja Juli Pantas Masuk Daftar List Menteri yang Harus Diganti

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:04

Kacamata Kuda Hukum Positif

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:04

Thomas Djiwandono Tegaskan Tidak Ada Cawe-cawe Prabowo

Rabu, 28 Januari 2026 | 18:33

Lomba Menembak TSC Panglima Kopassus Cup 2026 Resmi Dibuka

Rabu, 28 Januari 2026 | 18:22

Selengkapnya