Berita

Foto/Net

Bisnis

Universitas Podomoro Siap Jadi Kampus Berbasis Kewirausahaan Dan Berbudaya Indonesia

SELASA, 16 AGUSTUS 2016 | 01:50 WIB | LAPORAN:

. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M. Nasir selalu mewanti-wanti agar Perguruan Tinggi di Indonesia dapat mengembangkan inovasi yang dibutuhkan oleh masyarakat, dengan cara riset yang dikembangkan fokus pada bidang yang berhubungan dengan hajat banyak orang, antara lain seperti kewirausahaan dalam bidang seperti pangan, pertanian, energi, dan transportasi.

Menristek juga memerintahkan agar sumber daya manusia (SDM) akademisi kampus ditingkatkan untuk pembentukan daya saing bangsa, sehingga bisa bersaing dengan negara-negara lain di dunia, yang kini dalam era persaingan global khususnya negara-negara Asia Tenggara dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean.

Gayung bersambut, Podomoro University tengah berkolaborasi dengan Babson Global, Inc. dari Amerika Serikat melaksanakan program pelatihan pengembangan kapasitas kemampuan dan keilmuan para dosen akan wawasan dan pengetahuan dalam bidang kewirausahaan, karena dalam era ekonomi global seperti saat ini dibutuhkan didalam masyarakat Indonesia sarjana-sarjana yang berjiwa kewirausahaan.


"Podomoro University adalah universitas berbasis kewirausahaan yang pendiriannya sebagai wujud komitmen dalam dunia pendidikan dan itu adalah visi kami," kata Rektor Podomoro university, Cosmas Batubara, Senin (15/8).

Cosmos menambahkan dengan adanya kerja sama dengan Babson Global Inc. Podomoro University memanfatkannya untuk pengembangan dosen yang langsung disampaikan oleh professor berpengalaman dari Babson College tentunya dapat meningkatkan kapasitas wawasan kewirausahaan para dosen Podomoro University dan akan makin memantapkan visi Podomoro University sebagai institusi pendidikan berbasis kewirausahaan dan berbudaya Indonesia.

Untuk diketahui Podomoro University berkolaborasi dengan Babson Global dari Amerika Serikat, dan Babson Global sendiri mempunyai Babson College dan merupakan perguruan tinggi kewirausahaan no. 1 di Amerika, berturut-turut selama 20 tahun terakhir. Kurikulum kewirausahaan yang diterapkan pada semua program studi di Universitas Podomoro mengacu dan setara dengan kurikulum Babson College.

Mengapa Universitas Podomoro memilih program kewirausahaan sebagai basis dari semua program studi? Indonesia bercita-cita menjadi negara maju dan keluar dari perangkap middle income trap.

Untuk sampai kesana, diperlukan banyak wirausahawan yang mampu mengubah ancaman menjadi peluang.

Kewirausahaan lebih dari sekadar memulai sebuah bisnis. kewirausahaan, dalam arti luas, adalah jawaban terhadap munculnya berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup yang terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk di negara Indonesia.

Johannes S. Prajitno selaku wakil rektor akademik mengatakan di tengah dunia yang berubah begitu cepat, semangat dan jiwa kewirausahaan sangat dibutuhkan setiap organisasi, utamanya dalam menciptakan peluang-peluang baru, menawarkan solusi, dan kolaborasi dengan pihak lain guna mewujudkan visi menjadi kenyataan.

Indonesia butuh universitas yang mengedepankan aplikasi, bukan melulu teori. Itulah ranahnya applied science atau ilmu.

"Jadi lulusan Podomoro University nantinya bisa menciptakan lapangan pekerjaan," katanya.

Sekedar informasi Podomoro University membuka 10 program studi, yaitu: Akuntansi, Arsitektur, Bisnis Perhotelan, Kewirausahaan, Hukum Bisnis, Teknik Lingkungan, Manajemen dan Rekayasa Konstruksi, Teknik Konstruksi Bangunan, Perencanaan Wilayah dan Kota, dan Desain Produk.

Universitas ini juga memiliki fasilitas laboratorium organik sendiri ini. Serta lulusannya dapat berkesempatan bekerja di Podomoro Group.

Universitas Podomoro berlokasi di kawasan Komplek Podomoro City, Jakarta Barat telah mendapatkan izin melalui SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 271/E/O/2013 pada bulan Juli 2013. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya