Berita

Foto/Net

Bisnis

Banjir Terminal 3 Ditonton Menhub

SENIN, 15 AGUSTUS 2016 | 09:54 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Selama lima hari beroperasi, Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta (Soetta) tak henti-hentinya bermasalah. Kemarin, masalah muncul lagi dan lebih memalukan. Bandara yang kemegahannya disebut-sebut menyaingi Bandara Changi Singapura itu tergenang air di mana-mana. Di jagat Twitter, tagar #T3ultimate jadi trending topic atau topik yang paling banyak dikicaukan. Menhub Budi Karya mengaku menonton langsung kejadian itu. "Sekitar pukul 5 saya di lapangan. Perlu saya jelaskan, tidak ada banjir ya. Yang benar adalah genangan air," kata Budi Karya kepada wartawan.

Kelayakan operasi Terminal 3 memang sudah dipertanyakan sejak hari pertama beroperasi. Tak sampai 12 jam, sistem bandara yang terkoneksi dengan pusat informasi maskapai terganggu akibat mati listrik. Akibatnya, 38 jadwal penerbangan Garuda Indonesia terlambat rata-rata satu jam. Setelah itu, hampir setiap hari masalah berlanjut. Mulai dari keterlambatan penerbangan, fasilitas bandara yang masih kurang seperti ketersediaan kursi, lahan parkir dan lamanya pengambilan bagasi. Masalah toilet juga jadi sorotan, padahal terminal ini menggunakan konsep eco green dengan menggunakan recycle water system yang bisa mengolah air toilet untuk kembali lagi menjadi air bersih sehingga bisa digunakan kembali.

Atas berbagai masalah itu, kemarin Jubir Kemenhub Dewa Made Sastrawan, Presdir PT Angkasa Pura II Djoko Murjatmodjo, Humas Garuda Indonesia Benny Butarbutar menggelar jumpa pers di Terminal 3 Soetta, Tangerang, Banten. Dalam keterangan persnya, mereka menyampaikan hal serupa. Bahwa ketiganya telah mengupayakan perbaikan. Misalnya, Made menyampaikan ada perbaikan dari AP II terkait lahan parkir dan sebagainya. "Kemajuan dan perbaikan sudah dilakukan. Ini hal baik dan positif," kata Made.


Tak lama usai memberi keterangan pers, wilayah cengkareng dan sekitarnya diguyur hujan lebat selama hampir dua jam. Akibatnya, lantai Terminal 3 tergenang setinggi 10 centimeter. Di beberapa lokasi malah muncul semacam air mancur dari lubang got. Di jagat Twitter, foto-foto Terminal 3 kebanjiran meramaikan lini massa. Sejumlah petugas kebersihan mencoba menghalau air agar tak masuk ruang terminal, tapi usaha itu sia-sia. Air dari dalam got terus keluar.

Tak butuh waktu lama, tagar #T3Ultimate pun langsung memuncaki daftar trending topic. Isinya kebanyakan sindiran yang ditujukan kepada Kemenhub. "#T3Ultimate punya air mancur dadakan," cuit @Kkusumawardhani. "#T3ultimate jadi trending karena kena banjir. Unbelievable," sambar @ciplukCarlita. "Baru tahu kalau #T3ultimate nggak Cuma untuk kapal terbang, tapi juga kapal laut," timpal @lifejoy. "Kasihan penumpang jadi korban, dan reputasi Garuda dipertaruhkan karena ketidakberesan T3ultimate," ujar @mamanski.

Sindiran tak kalah pedas disampaikan @budiwee. "Mungkin pemerintah sedang bangun tol laut di #T3ultimate. Semangat," ujarnya. "Mungkin terminal 3 Ultimate Soetta banjir karena desainnya ketuker sama terminal 3 pelabuhan Tanjung Priok. Positive thinking aja," tambah @victorkamang.

Atas kejadian itu PT AP II meminta maaf sehingga menyebabkan para pengunjung tidak nyaman. Sekretaris Perusahaan AP II, Agus Haryadi mengungkapkan pihaknya bersama dengan kontraktor pembangunan Terminal 3 tengah melakukan evaluasi dan investigasi guna memastikan penyebab genangan air. "Kami harap masyarakat selalu memberikan perhatian dan masukan agar Terminal 3 dapat menjadikan Bandara Internasional Soekarno Hatta sebagai kebanggaan kita bersama," pungkas Agus.

Pengamat penerbangan Arista Atmadjati mengatakan, banjirnya terminal 3 dikarenakan persiapan yang belum matang. Terminal itu belum pernah diuji coba saat hujan. Selain itu, Arista menilai kondisi terminal 3 memang belum siap dioperasikan. Kerjaan fisik masih belum beres. Kuli-kuli kerja ada dimana-mana. Suara gerindera mengganggu pengunjung. Direktur Arista Indonesia Aviation Center (AIAC) ini menyayangkan pengoperasian terminal yang lebih cepat sehingga terkesan tambal sulam dalam pengerjaan.

"Terlau terburu-buru dan tidak memperhitungkan mitigasi plan yang terburuk," kata dia, tadi malam.

Kelayakan operasi Terminal 3 memang sempat mengundang polemik. Pasalnya, Budi Karya, yang ketika itu masih menjadi Dirut PT AP II ingin segera mengoperasikan terminal itu untuk masa angkutan Lebaran akhir Juni lalu. Sementara Menhub (waktu itu) Ignasius Jonan menganggap Terminal 3 belum siap beroperasi. Alasannya, masih ada dua kekurangan yang ditemukan di lapangan, terutama dari segi keselamatan penerbangan. Pertama, dari sisi udara, apron yang belum steril. Kedua, masalah menara ATC. Menurut Jonan, seharusnya para pengawas dapat melihat semua pergerakan di udara dari menara pengamatan. Bukan hanya pergerakan pesawat, tapi juga orang dan lainnya. Namun, saat itu pandangan dari menara masih terhalang bangunan terminal. Sayangnya, Presiden Jokowi keburu melakukan reshuffle dan mencopot Jonan dan digantikan Budi Karya. Dua hari setelah perombakan, Budi Karya menyebut Terminal 3 sudah rampung dan siap beroperasi 9 Agustus, kemarin. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya