Berita

Foto/Net

Bisnis

Harga Daging Masih 120 Ribu Per Kilo Nih...

Lebaran Sudah 2 Bulan
SENIN, 15 AGUSTUS 2016 | 09:19 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Lebaran sudah lewat nyaris dua bulan, tapi keinginan Presiden Jokowi menurunkan harga daging sapi hingga Rp 80 ribu per kilogram belum juga terwujud. Padahal segala upaya telah dilakukan, mulai dari impor sapi hingga daging beku. Di Jabodetabek, harga masih bertahan di kisaran Rp 120 ribu per kilogram.

Titi, warga Cibodas, Kota Tangerang, heran harga daging sapi tidak kunjung turun padahal Lebaran sudah lama berlalu. "Masih Rp 120 ribu per kilogram," ujar Titi. Menurut dia, harga itu tidak jauh bergeser dari harga tertinggi jelang Lebaran yang mencapai Rp 140 ribu per kilogramnya.

Di Jakarta, harga relatif sama. Kisaran Rp 120 ribu per kilogram. Suyono, pedagang daging sapi di Pasar Rawasari Jakarta Pusat mengatakan, harga daging sulit diturunkan karena harga di rumah potong hewan (RPH) masih Rp Rp 89 ribu per kilogram. "Sekarang harganya Rp 120 ribu per kilogram karena ikuti harga karkasnya (daging dan tulang). Pernah ada yang jualan daging beku dari Bulog, tapi nggak laku. Orang maunya segar, ya diturunkan dong di RPH-nya, bukan pakai yang daging beku," ujar Suyono.


Harga itu, kata Suyono, sudah turun dibandingkan saat Lebaran lalu yang mencapai Rp 140 ribu per kilogram. "Ke sini-sini mahal. Itu juga yang beli sepi, orang mending bayar anak sekolahan dulu, bayar kontrakan dulu, beli beras dulu. Daging mahal yang beli ya itu-itu saja, tukang bakso," jelas dia.

Pedagang lainnya, Mardiansyah mengatakan, pemerintah melalui Bulog pernah masuk ke Pasar Rawasari untuk menjual daging beku. Namun, masyarakat tidak begitu antusias. Para pembeli, terutama pedagang makanan olahan daging lebih memilih daging segar.

"Harga Rp 80 ribu per kilogram tapi dagingnya banyak lemaknya. Orang pembeli sekarang pada pinter, mending beli yang segar digantung. Jelas daging semua isinya," katanya.

Hal serupa juga terjadi di Pasar Tebet, Jakarta Selatan. Unai, salah satu pedagang, mengaku hanya daging impor beku yang dijual dengan harga Rp 80 ribu. Adapun, harga daging sapi lokal harganya masih kisaran Rp 120-130 ribu per kilogram. Unai sempat mencoba 2 kilogram daging beku untuk dijualnya kembali tapi sepi peminat. Tetap saja, daging segar yang dipilih calon pembeli. Menurutnya, harga Rp 120 ribu per kilogram daging sapi segar bisa merangkak naik lagi lantaran Idul Adha akan datang bulan depan.

Menko Perekonomian Darmin Nasution mengamini harga daging masih tinggi. Menurutnya, pemerintah tengah menggodok kebijakan pangan untuk jangka menengah dan panjang. Langkah ini demi menjaga ketersediaan komoditas pangan dengan harga yang terjangkau. Pangan yang dimaksud antara lain, beras, jagung, daging dan gula.

"Ini instruksi langsung dari Presiden. Presiden kasih waktu 3 bulan untuk menyusun kebijakan ini," ungkap Darmin di Istana Negara, Rabu (10/8). Untuk memenuhi kebutuhan daging sapi di dalam negeri pada tahun ini yang mencapai 675.200 ton, pemerintah akan melakukan impor dan meningkatkan jumlah peternakan rakyat, khususnya penggemukan sapi.

Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus tidak heran mengapa harga daging sapi hingga kini tidak turun. Menurutnya, pemerintah belum mengatasi ihwal permasalahan suplai. "Sudah mau dua bulan nih, harga masih tinggi. Suplainya yang harus dibenahi, impor daging beku itu cenderung gagal," ujar Heri.

Heri menjelaskan, gagalnya program impor daging beku karena masyarakat sudah pintar memlih. Daging beku dianggap masyarakat tidak segar dan kuantitasnya lebih sedikit dibanding daging segar. Nah, persoalan lain, kenapa harga daging tidak kunjung turun karena program pemerintah mengimpor sapi menjelang Lebaran lalu saat ini belum siap potong. Dibutuhkan waktu tiga bulan untuk menggemukkan sapi.

"Memang, cara paling cepat memenuhi suplai ya impor lagi, tapi masa kita mau terus-terusan impor?" pungkasnya. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya