Berita

Net

Politik

KEWARGANEGARAAN GANDA ARCHANDRA

PDIP: Ada Pihak yang Mencoba Kuasai Kekayaan Indonesia

MINGGU, 14 AGUSTUS 2016 | 20:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Isu terkait kewarganegaraan ganda yang dimiliki Menteri Energi dan Sumber Daya Archandra Tahar tidak bisa dilepaskan dari konflik di arena internasional dalam rangka menguasai sumber daya alam. Dari sudut pandang itu, menurut hemat Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, isu ini sama dengan ketegangan di Timur Tengah, Laut China Selatan dan sebagainya.

"Di Indonesia, selalu ada pihak-pihak tertentu yang berkolaborasi dengan kepentingan asing untuk mencoba menguasai kekayaan Indonesia dengan segala cara," tulis Hasto dalam keterangan yang disebarkan ke masyarakat umum.

Apalagi, dia mengingatkan, dalam waku dekat akan dilakukan negosiasi terhadap penguasaan blok-blok minyak, gas, batubara, dan berbagai mineral lainnya.


"Persoalan Freeport dipastikan mengundang berbagai kepentingan untuk masuk. Para pembantu Presiden harus paham untuk melindungi Presiden dari berbagai pengaruh tersebut," sambungnya.

Pada titik inilah, masih kata Hasto, nasionalisme  seluruh pembantu Presiden memiliki arti penting. Mengutamakan kepentingan nasional harus menjadi credo mereka.

"Memiliki warga negara ganda akan merancukan dedikasi warga negara Indonesia terhadap bangsa dan negara," tegas dia.

PDIP mendesak agar investigasi untuk memastikan bahwa Archandar Tahar memang tidak pernah memiliki kewarganegaraan asing harus dilakukan.

"Bila sekiranya hal tersebut benar, maka negara tidak boleh kalah di dalam menjamin pelaksanaan perintah konstitusi danUU yang mengatur monoloyalitas kewarganegaraan," demikian Hasto. [dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya