Berita

Dunia

Bin Laden Corp. Telat Bayar Gaji, Puluhan Tenaga Kerja Indonesia Terlunta-lunta

MINGGU, 14 AGUSTUS 2016 | 16:48 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Puluhan tenaga kerja Indonesia terlunta-lunta karena perusahaan konstruksi raksasa Arab Saudi, Bin Laden Corp. telat membayarkan gaji mereka.

Sebanyak 59 TKI bekerja di perusahaan subkontraktor Inma yang digandeng Bin Laden Corp. Dalam proyek pengembangan Terminal Haji, Bandara King Abdul Aziz di Jeddah. Inma mengerjakan instalasi listrik dan berbagai perlengkapan untuk proyek itu.

Semua TKI yang berkerja di perusahaan itu tinggal di Kamp Inma di wilayah Hamdaniah, dekat Terminal Haji, Bandara King Abdul Aziz.


Informasi yang diperoleh redaksi dari kordinator TKI, Martoyo, menyebutkan bahwa TKI tidak lagi menerima gaji sejak bulan Maret 2016.

Beberapa pekerja terpaksa berutang kepada sesama warga Indonesia. Bahkan, beberapa di antara mereka terpaksa dikirimi uang dari Indonesia agar bisa bertahan hidup di Saudi sambil menunggu kejelasan status pembayaran tunggakan gaji dan tiket pulang.

Saat ini ke-59 TKI itu sangat membutuhkan bantuan berupa makanan dan uang.

Martoyo juga mengatakan, mereka membutuhkan bantuan agar penderitaan yang mereka hadapi diperhatikan pihak terkait di Saudi dan Indonesia.

KJRI Jeddah sebenarnya sudah coba membantu mendampingi mereka dalam pembicaraan dengan perusahaan. Namun proses ini makan waktu, sementara kondisi perusahaan sendiri sedang sulit karena keterlambatan pembayaran dari pemerintah Saudi.

Selama ini mereka pernah menerima bantuan makanan dari pihak KJRI Jeddah dan dari LSM Buruh Migran Indonesia (BMI).

Beberapa pekerja terpaksa nekat menyambung hidup dengan mengumpulkan karton bekas untuk dijual. Namun, tidak semuanya berani melakukan hal ini karena pekerjaan tersebut ilegal. Lebih parah lagi, beberapa pekerja sudah habis masa berlaku iqama atau izin tinggal.

Menurut informasi beberapa pekerja Indonesia di Jeddah, selain Inma, masih ada  pekerja Indonesia yang mengalami nasib serupa.

Mereka tersebar di beberapa perusahaan subkontraktor dan perusahaan induk Bin Laden. Informasi ini memang masih harus diverifikasi lagi, namun apa yang dialami oleh para pekerja Inma menunjukkan bahwa urusan pembayaran gaji pekerja Bin Laden masih jauh dari selesai. Saudara-saudara kita tersebut membutuhkan uluran tangan kita, dalam berbagai bentuknya.

Di sisi lain, Pemerintah Indonesia perlu lebih cepat dan tegas lagi dalam melindungi hak para pekerja tersebut. India, Pakistan, dan Filipina bahkan sudah mengirimkan paket bantuan khusus bagi para pekerja tersebut. Bahkan, isu ini sudah menjadi perhatian pemimpin negara-negara tersebut. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya