Berita

Politik

Mengerikan, Inikah Sumpah Setia Arcandra Pada Amerika

MINGGU, 14 AGUSTUS 2016 | 15:02 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Penjelasan pemerintah terkait status kewarganegaraan Arcandra Tahar dinilai masih mengambang.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno usai mendampingi Presiden Joko Widodo membuka Jambore Nasional X 2016 di Cibubur, Minggu siang (14/8), mengatakan bahwa Arcandra memegang paspor Indonesia dan masuk Indonesia dengan menggunakan paspor itu.

Pernyataan ini tidak tegas mengatakan apakah Arcandra yang kini adalah Menteri Energi dan Sumber Daya (ESDM) juga memiliki paspor Amerika Serikat.


Tidak seperti Indonesia, Negeri Paman Sam itu membenarkan dwi kewarganegaraan. Imigran yang dianggap telah memenuhi syarat diberi kesempatan menjadi warganegara Amerika Serikat.

Sebelum dinyatakan sah menjadi warganegara Amerika Serikat, seorang imigran wajib membaca sumpah setia, yang bila dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia berbunyi sebagai berikut:

"Saya dengan ini menyatakan, bersumpah, bahwa saya benar-benar dan sepenuhnya meninggalkan dan mengharamkan semua ikatan dan kesetiaan pada pemerintahan asing, penguasa, negara, atau kedaulatan apapun yang mana saya selama ini menjadi subjek atau warga negara;

bahwa saya akan mendukung dan membela Konstitusi dan hukum dari Amerika Serikat dari semua musuh, baik asing dan domestik;

bahwa saya akan memegang teguh keyakinan dan ikatan setia kepada sesama;

bahwa saya akan mengangkaty senjata atas nama Amerika Serikat bila diminta oleh hukum;

bahwa saya akan  menjalankan non kombatan di Angkatan Bersenjata Amerika Serikat bila diperlukan oleh hukum;

bahwa saya akan melakukan pekerjaan kepentingan nasional di bawah arahan sipil bila diperlukan oleh hukum;

dan saya mengambil kewajiban ini tanpa tekanan mental atau tujuan penggelapan;

Tuhan bantulah saya."

Bila Arcandra memang memiliki kewarganegaraan di Amerika Serikat, maka kehadiran dirinya di Kabinet Kerja pada posisi yang sangat strategis tergolong mengerikan dan kecelakaan sejarah yang amat besar. [dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya