Berita

Politik

Di Balik Kasus Arcandra Tahar, Jokowi Pelanggar Hukum yang Baik

MINGGU, 14 AGUSTUS 2016 | 14:10 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Isu kewarganegaraan ganda Arcandra Tahar yang sudah kadung dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya (ESDM) semakin menarik untuk dicermati.

Menurut mantan anggota komisi hukum DPR RI, Djoko Edhi S. Abdurrahman, setelah dirinya menyimak perdebatan soal ini, sejumlah asumsi harus dikesampingkan.

Pertama, kata Djoko, tidak mungkin Jokowi kecolongan karena UU Menteri Negara memerintahkan langsung Presiden melakukan due diligence atau sejenisnya, apakah uji kelayakan, fit and proper test, dan sebagainya.


"Wawancara dilakukan sendiri oleh Presiden," ujar Djoko.

Kedua, pengantar awal dalam wawancara terkait nama, umur, jenis kelamin, tempat lahir, warga negara, dan tempat tinggal sekarang.

"Karena Arcadra barang impor, perhatian kepada warga negara," kata dia lagi.

Ketiga, jumlah yang direkrut dalam kocok ulang kabinet yang lalu sedikit, hanya 12 orang. Ini membuat proses menelisik setiap kandidat tidak begitu sulit.

"Keempat, presiden Jokowi sudah lama kenal dan sering berbincang dengan Arcandra. Jadi sudah paham problematik Arcandra," masih ujarnya.

Dengan demikian, sambung Djoko, yang paling mungkin menjelaskan persoalan ini adalah faktor  kesengajaan Jokowi untuk melanggar hukum.

"Ini lebih masuk akal karena tabiat Presiden Jokowi yang selalu melecehkan hukum sebagaimana sering kita saksikan dalam 1,5 tahun belakangan. Ia adalah pelanggar hukum yang baik," demikian Djoko. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya