Berita

Politik

Ketum Golkar: Kebijakan Full Day School Tak Boleh Menyulitkan Rakyat

KAMIS, 11 AGUSTUS 2016 | 13:34 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Wacana full day school yang akhir-akhir ini mengemuka dan menjadi perbincangan publik perlu dikaji dengan seksama. Gagasan ini harus dipertimbangkan secara seksama dari berbagai prespektif, terutama apakah kebijakan ini memberatkan masyarakat akan memberatkan masyarakat atau tidak.

"Jika tujuan full day school itu adalah bagian dari upaya pembentukan karakter siswa, maka hal itu positif," kata Ketua Umum DPP Partai Golkar, Setya Novanto, di sela-sela kunjungannya di Kupang, Nusa Tenggara Timur (11/09).

"Namun harus harus dipikirkan tentang bagaimana kondisi sarana prasarana pendidikannya, apakah sudah menunjang terhadap proses pembelajaran yang full day tersebut. Kan para siswa tidak mungkin lama seharian di Sekolah tanpa kegiatan yang edukatif?" sambung politisi yang berasal dari Dapil NTT ini.

Keberhasilan pendidikan, ujar Setya Novanto, perlu ditunjang sarana pra-sarana pendidikan yang memadai. Selain itu, tidak semua sekolah di Indonesia seperti di Jakarta yang relatif memiliki sarana pra-sarana yang memadai.

Selain itu, menurut Setnov, jangan jejali peserta didik untuk belajar dengan berbagai kegiatan pembelajaran yang berat-berat. Bagi anak-anak, proses pembelajaran itu harus menggembirakan sehingga mudah untuk diserap dan diterima anak didik.

"Jangan sampai masa bermainnya hilang. Ciptakan pendidikan yang menyenangkan untuk anak," kata mantan Ketua DPR RI ini.

Setya Novanto juga menekankan kebijakan pendidikan itu terdesentralisasi. Karena itu, sebaiknya tentang pendidikan ini diberikan keleluasaan kepada pemerintah daerah untuk mengelolanya sesuai dengan kebutuhan dan kearifan lokal daerah tersebut. [ysa]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Ramos-Horta Puji Toleransi dan Ketangguhan Rakyat Indonesia

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:17

Polisi Konfirmasi Korban Tewas saat Demo DPR Seorang Pedagang Cermin

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:10

Aturan Turunan UU DKJ Harus Rampung Sebelum Keppres IKN Terbit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:09

Astra Sudah Jangkau 35.726 Warga Lewat 7 Posko Gempa NTT

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:04

Penanganan Karhutla di Riau Jadi Contoh yang Baik

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:01

Budi Arie Pasang Badan Cuci Nama Jokowi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:00

Peluncuran Wajah Baru RS Tria Dipa, Hadirkan Teknologi Medis Teranyar

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:57

BI: Daripada Kredit, Mayoritas Bank Parkir Likuiditas di Surat Berharga

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

LPJ Diterima, Gus Yahya Akui Tak Sempurna Pimpin PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

Pengusutan Dugaan Korupsi di Pemkab Bogor Merembet ke Dinas Pendidikan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya