Berita

Foto/Net

Kesehatan

Mendikbud Enak Ngomong, Anak Pusing Ngejalaninnya

Full Day School Cocok Buat Siswa SMA
RABU, 10 AGUSTUS 2016 | 08:35 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Publik media sosial Tanah Air me­nyoroti rencana menteri yang bekas rek­tor Muhammadiyah Malang itu. Netizen bilang, masa kanak-kanak akan direbut pemerintah. Ada juga yang menilai, full day school cocok untuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), guna mencegah kenakalan remaja.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, bersikeras menerapkan sistem "full day school" bagi siswa SD dan SMP, baik sekolah negeri maupun swasta. Dia ingin anak SD dan SMP tidak sendiri ketika orangtua mereka bekerja.

"Dengan sistem full day school, secara perlahan anak didik akan terbangun karakternya dan tidak menjadi liar di luar sekolah ketika orangtua mereka masih belum pulang kerja," ujar Muhadjir di Universitas Muhammadiyah Malang, Minggu (7/8) kemarin.


Menurut dia, kalau anak-anak tetap berada di sekolah hingga pukul 5 sore, mereka bisa menyelesaikan tugas sekolah sampai dijemput orangtuanya yang pulang kerja.

Untuk aktivitas lain, misalnya, les mengaji bagi yang beragama Islam, menurut Muhadjir, pihak sekolah bisa memanggil guru ngaji atau ustaz. Dia khawatir kalau anak SD dan SMP mengaji di lingkungan rumah, rentan diajari hal-hal menyimpang.

Muhadjir menyampaikan, rencana penerapan sistem full day school sedang disosialisasikan ke sekolah-sekolah di Jakarta hingga daerah. "Nantinya memang harus ada payung hukumnya, yakni peraturan menteri. Saat ini sosialisasi intensif dahulu."

Muhadjir menambahkan, gagasannya sudah disampaikan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla. "Bapak Wakil Presiden setuju. Namun beliau ada saran proyek percontohan dulu untuk menjajaki," kata Muhadjir.

Gagasan Menteri Muhadjir meresahkan masyarakat. Publik media sosial di Tanah Air menyorotinya. Bahkan, muncul petisi online di situs online berjudul, "Tolak Pendidikan Full Day/Sehari Penuh di Indonesia." Hingga kemarin siang atau kurang dari 24 jam kemunculannya, petisi yang dibuat netizen Deddy Mahyarto Kresnoputro pada 19 Agustus pukul 12.00 WIB didu­kung 19.394 netizen.

Penolakan publik terhadap gagasan Menteri Muhadjir terus mening­kat pesat. Bahkan, muncul beberapa petisi senada, di antaranya, berjudul, "Tolak Usul Mendikbud 'Sekolah Sehari Penuh,' Karena Anak Sekolah Bukan Pekerja Kantor/Rodi" biki­nan netizen John South, "Tolak Kebijakan Full Day School Menteri Muhadjir" dikirim oleh netizen Gita Putri Damayana, dan "Mendikbud, Kami Tolak Full Day School!" post­ingan Aditya Luthfi Rabbani.

Selain itu, banyak netizen peng­guna media sosial Facebook, Twitter dan Kaskus juga menolak rencana Menteri Muhadjir. Meski demikian, ada juga netizen yang mendukung.

Pada jejaring sosial nasional Kaskus, misalkan, penolakan disampaikan akun papaminta.pulsa 2. "Baru dimanusiakan pak Anies (Mendikbud sebelumnya), biar seimbang kegiatan belajar dan bermain. Pilihan bapak lebih mementingkan politik. Kalau anak-anak menderita dan stress, gen­erasi masa depan kehilangan masa kecilnya," ujarnya.

Akun ilhamramadhani8 juga me­nilai sistem full day school merebut masa kecil anak-anak yang harusnya juga bermain. "Masa kanak-kanak direbut pemerintah..," katanya.

Akun kamublangsak21 mengatakan, masalah utama pendidikan nasional adalah pada pengajar dan materi pembelajaran. Bukan seberapa lama siswa SD dan SMP belajar di sekolah.

"Full day school? Yang penting tuh kualitas pendidikan bukan kuan­titas. Kualitas sistem pendidikan dan kualitas pengajar. Full day school malah bikin anak tertekan. Sistem pendidikan negara maju lebih me­mentingkan pengembangan kreati­fitas dan inovasi," komentarnya.

Akun thewordsmith menyesalkan, menteri baru, kebijakan pun baru. "Ganti menteri, ganti kebijakan. Muhadjir enak ngomong doang. Yang ngejalaninnya yang pusing. Harusnya dikaji dulu lah, jangan langsung main ngeluarin pernyataan aja. Anak juga perlu waktu bermain dan bersosial­isasi di luar sekolah," katanya.

Netizen Afri Saragih mengata­kan, seharian anak dipaksa belajar di sekolah akan menghasilkan generasi tidak kreatif, "Sekolah full day merampas kemerdekaan anak. Sudah terbukti bertahun-tahun sistem pendidikan hanya fokus pada angka, menghasilkan manusia tidak kreatif! Membuat orang dewasa kekanak-kanakan! Kembalikan hak anak! Keluarga adalah pendidikan utama! Kembalikan keceriaan anak Indonesia! Jangan "penjarakan" anak di dalam gedung sekolah! Karena belajar sepanjang masa, bukan selama di sekolah! Alam raya adalah sekolah yang sebenarnya!"

Senada disampaikan Astrid Ariana Wijaya, "Sekolah full day tidak menjamin karakter anak akan lebih baik. Karena yang membentuk karakter anak bukan hanya sekolah, juga interaksi dengan orang tua dan lingkungan sekitar. Pendidikan dasar seharusnya berimbang."  ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya