Berita

Terminal 3/Hasto Kristiyanto

Politik

PDIP: Pengoperasian Terminal 3 Terlalu Dipaksakan

RABU, 10 AGUSTUS 2016 | 00:07 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pengoperasian Terminal 3 bandara Soekarno-Hatta yang disebut Ultimate terlalu dipaksakan. Sebab, banyak hal yang sebenarnya belum siap, bahkan menyangkut aspek keselamatan terkesan dikesampingkan.

Penilaian ini dikatakan Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto usai melihat situasi di sekitar bandara Terminal 3 Ultimate, Selasa malam (9/10). Hasto tiba di Jakarta usai menghadiri rapat kerja daerah DPD PDIP Sulawesi Utara di Manado. Berdasarkan pengamatan secara langsung itulah Hasto menilai Terminal 3 belum tepat momentum untuk dioperasikan.

"Pengelolaan bandara memerlukan standar keselamatan tertinggi dalam industri transportasi. Saya masih melihat banyak pekerjaan konstruksi yang belum selesai. Kesemuanya mengandung resiko terhadap keselamatan pesawat terbang dan penumpang. Menteri BUMN sebaiknya melihat kenyataan ini. Jangan korbankan standar keselamatan hanya karena Asal Bapak Senang," kata Hasto.


Menurutnya, meskipun target peresmian bandara baru tercatat mengalami kemunduran, namun bukan berarti sistem keselamatan bisa dikorbankan, hanya karena menteri BUMN yang terlanjur menjanjikan kepada Presiden pengoperasian bandara baru tersebut.

"Kalau melihat secara fisik, seharusnya status readiness of mechanical completion pun belum layak, kok ini sdh dipaksakan ke readiness of operation," lanjut Hasto.

Untuk itu, Hasto mengusulkan agar Komisi V DPR RI untuk melakukan inspeksi secara langsung kondisi terminal baru itu.

"Ajaklah para pakar transportasi udara untuk melihat secara langsung kondisi bandara tersebut. Ditinjau dari aspek keamanan, nampak terminal baru belum memiliki sistem keamanan yang handal. Dikombinasikan dengan pekerjaan konstruksi yang masih berjalan simultan dan kesemrawutan transportasi menjadikan bandara baru itu sangat rawan terhadap gangguan," demikian Hasto. [ysa]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya