Berita

Politik

Perebutan BM PAN 1, Yohan Akui Didukung 28 DPW

SELASA, 09 AGUSTUS 2016 | 20:04 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) yang merupakan onderbow Partai Amanat Nasional (PAN) akan menggelar kongres pada 21-22 Agustus di Jakarta dengan agenda utama mencari pengganti Yandri Susanto sebagai ketua umum BM PAN. 

Salah satu kandidat, Ahmad Yohan bersyukur jika dirinya didukung mayoritas pengurus BM PAN di daerah. Bahkan, Yohan mengklaim sudah ada 28 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) BM PAN yang menyatakan surat dukungan kepada dirinya. 

"Saya sudah bertemu dengan banyak pengurus daerah dan senior partai. Alhamdulillah dukungan begitu kuat kepada saya. Saat ini, sudah ada 28 DPW BM PAN yang menyatakan surat dukungan kepada saya," ujar Ahmad Yohan kepada wartawan, Selasa (9/8).

Tak hanya pengurus DPW BM PAN saja, Yohan juga mengungkapkan sudah mendapatkan restu dari pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

"Sejauh ini mereka merestui saya maju dan tidak ada larangan ke saya. Selama ini saya dekat dengan pak Amien dan bang Zul karena saya juga pengurus PAN dan sering bertemu dan ngobrol bareng," katanya.

Selanjutnya Yohan menjelaskan alasannya mengapa ingin mencalonkan diri sebagai ketum BM PAN. Kata dia, awalnya banyak dorongan dan permintaan dari pengurus daerah agar melanjutkan kepemimpinan di BM PAN. Bahkan, dukungan terus datang kepadanya. 

"Permintaan ini tentu amanah buat saya. Temen-temen berharap kepada saya bisa menjaga Marwa dari kepengurusan BM PAN, mereka berharap kepengurusan di masa depan jangan sampai menurun, kalau bisa lebih maju. Saya sebagai kader bismillah saya maju untuk kebesaran BM PAN," paparnya.

Dia yakin dengan dukungan yang kuat dan sinergitas antara BM PAN dengan PAN akan membuat kekuatan yang luar biasa. Apalagi, banyak kader BM PAN yang berada di struktur partai. Untuk tetap bersinergi sehingga kedepan melakukan kordinasi maksimal sampai ditingkat bawah.

"Ini bagian perluasan jaringan dukungan ke PAN," tuturnya.

Jika menjadi ketum BM PAN, Yohan optimistis bisa bersinergi dan menyumbangkan suara yang signifikan bagi PAN di pemilu serentak 2019.

"Kita bisa mengklaim dari kepengurusan saja minimal 100 orang per DPW, lalu 50 orang per DPD, ditambah 20 pengurus di setiap kecamatan, 5 orang di setiap kelurahan. Maka, ada sekitar 1,5 juta orang pengurus BM PAN seluruh indonesia," papar dia lagi.

Belum lagi, ditambah suara dari saudara, keluarganya dan para tetangganya. Yohan memprediksi bisa mencapai lebih dari 2 juta orang. "Insya allah BM PAN bisa menyumbangkan suara 2 sampai 3 juta ke PAN," pedenya.

Bagaimana dengan kandidat lain yang mengklaim didukung Muhammadiyah? Yohana tidak mau menarik-narik lembaga Muhammadiyah dalam kontestasi.

"Saya tidak ingin orang tua yang kita hormati diseret-seret. Lebih baik kita belajar politik secara alamiah tidak melibatkan pihak lain," katanya. 

Seperti diketahui, Bursa kandidat bakal calon ketua umum pengganti Yandri Susanto (Ketua Umum DPP BM PAN Periode 2011-2016) semakin mengerucut yakni, Ahmad Yohan, yang sekarang menjabat Sekjen DPP BM PAN, Saleh La Ela dan Iswari, yang masing-masing menjabat sebagai Ketua Bidang Keorganisasisan dan Ketua Bidang Litbang DPP BM PAN.

Menurut Ketum BM PAN Yandri Susanto, ketiga nama kandidat bakal calon ketua umum DPP BM PAN dalam Kongres V BM PAN mendatang adalah kader-kader terbaik BM PAN yang sudah teruji kemampuan dan kinerjanya selama kepengurusan.

Dia mengatakan kongres kali ini sangat penting bukan sekadar memilih ketua umum, tapi juga untuk merumuskan pemenangan Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai partai induknya, untuk Pemilu 2019. Tantangan ini harus dijawab BM PAN untuk menjadikan PAN sebagai partai pemenang pemilu 2019.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya