Berita

Politik

Sekjen PDIP Dan Waketum PAN Hadiri Langsung Deklarasi Hasto-Sutedjo Di Kulon Progo

SENIN, 08 AGUSTUS 2016 | 15:39 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Deklarasi pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo-Sutedjo, berlangsung sangat meriah.  

Deklarasi ini dihadiri langsung Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Hanafi Rais. Hadir juga sejumlah politisi yang mewakili partai lainnya.

"Pak Hasto menggelorakan ekonomi berdikari dan menggerakkan potensi masyarakat, Dia dokter yang memahami nilai-nilai kemanusian. Keunikan lainnya Pak Hasto mau terus belajar dari rakyat, itulah contoh kepemimpinan," kata Hasto di Wates, Kulon Progo, Yogyakarta (Senin, 8/8).


Menurutnya, DPP PDIP mencatat kader  yang menjadi kepala daerah yang dinilai berprestasi dan akan diberi penghargaan termasuk dicalonkan kembali di pilkada. Dan Hasto Wardoyo merupakan pemimpin yang memberi harapan kepada rakyat dan mewujudkan tata pemerintahan yang berpihak kepada rakyat kecil.

"Inilah salah satu poin yang selalu diajarkan kepada para calon kepala daerah melalui sekolah calon kepala daerah PDIP," lanjut Hasto.
 
Dia menyebutkan pasangan petahana ini juga jadi contoh baik untuk wilayah lainnya karena belakangan ini banyak yang tidak bertahan dan ‘pecah’ saat memasuki periode kedua. Menurut Hasto, kalau nanti dipercaya memimpin Kulon Progo kembali, mereka berdua bisa menciptakan sejarah di Kulon Progo.
"Kekuasaan yang membangun peradaban, yang membebaskan agar memberi manfaat sebesarnya bagi rakyat kecil," lanjut Hasto
 
Dia juga menegaskan PDIP menyambut dukungan PAN yang sudah resmi dan dukungan lainnya dari beberapa partai meskipun surat rekomendasi dari DPP belum turun.
 
"PDIP siap bekerjasama dengan partai lain. PDIP gak kemaruk mengelola kekuasaan. Kekuasaan punya makna bila diabdikan bagi rakyat," demikian Hasto. [ysa]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Ramos-Horta Puji Toleransi dan Ketangguhan Rakyat Indonesia

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:17

Polisi Konfirmasi Korban Tewas saat Demo DPR Seorang Pedagang Cermin

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:10

Aturan Turunan UU DKJ Harus Rampung Sebelum Keppres IKN Terbit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:09

Astra Sudah Jangkau 35.726 Warga Lewat 7 Posko Gempa NTT

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:04

Penanganan Karhutla di Riau Jadi Contoh yang Baik

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:01

Budi Arie Pasang Badan Cuci Nama Jokowi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:00

Peluncuran Wajah Baru RS Tria Dipa, Hadirkan Teknologi Medis Teranyar

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:57

BI: Daripada Kredit, Mayoritas Bank Parkir Likuiditas di Surat Berharga

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

LPJ Diterima, Gus Yahya Akui Tak Sempurna Pimpin PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

Pengusutan Dugaan Korupsi di Pemkab Bogor Merembet ke Dinas Pendidikan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya