Berita

Politik

Megawati Minta Anggaran Riset Untuk Jaga Kekayaan Alam Semakin Ditingkatkan

MINGGU, 07 AGUSTUS 2016 | 19:22 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Saat ini, anggaran yang dikelola pemerintah untuk kepentingan riset dan pengembangan kebun raya masih minim. Karena itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa memberikan perhatian terhadap kondisi kebun raya dan riset atas pepohonan serta tumbuhan yang sejauh ini masih kurang mendapatkan perhatian serius dan prioritas dalam politik anggaran.

Demikian disampaikan Ketua Umum Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) Megawati Soekarnoputri. Mega juga berharap kepada Menteri Riset dan Tekonologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) M Nashir agar memperjuangkan peningkatan anggaran untuk melakukan riset, khususnya terhadap tumbuhan endemie yang menjadi kekayaan alam Indonesia.

"Dalam APBN kita untuk research itu perjuangan luar biasa, sampai sekarang belum pernah sampai 1 persen dari pengelolaan APBN. Saya sangat berharap, bilang pada Menristek atau pemerintahan yang ada, paling tidak kalau bisa dapat 2,5 persen.  Makanya tolong media bantu," kata Megawati Soekarnoputri saat mendampingi 24 Duta Besar (Dubes) Negara sahabat saat berkunjung ke Istana Tapaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali (Minggu, 7/8).


Kunjungan Megawati adalah dalam rangka program ‘Tour of Eka Karya Botanical’ yang diselenggarakan YKRI. Sehari sebelumnya, Megawati dan para dubes melakukan penanaman pohon di Kebun Raya Bedugul untuk mengenalkan kekayaan alam Indonesia sekaligus mengkampanyekan pentingnya menjaga lingkungan dengan menanam pohon. Para Dubes yang ikut ambil bagian dalam acara tersebut antara lain dari Rusia, Turki, Vietnam, Filipina, Serbia, Peru, Zimbawe, singapura, dan Srilannka.

Kalau anggaran untuk riset tidak mendukung, kata Megawati, dikhawatirkan ke depannya semakin banyak tanaman dan pepohonan asli Indonesia yang dipatenkan oleh Negara lain yang sudah melakukan riset atas manfaatnya.
 
"Katakan seperti kunyit. Kunyit diam-diam diambil oleh luar karena sangat bermanfaat skali. Hal-hal seperti itu (riset atas pemanfaatan tumbuhan milik Indonesia) perlu dilestsrikan. Jangan sampai kita cari sesuatu bukan ada di Indonesia, tapi sudah di luar," ungkap Ketua Umum PDIP ini.

Sementara terkait dengan perkembangan kebun raya, Megawati mengungkapkan bahwa sebenarnya sudah ada perkembangan yang menggembirakan. Mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) yang dia terbitkan pada tahun 2003 lalu hingga saat ini sudah ada sekitar 30 kebun raya dari yang awalnya hanya tujuh. Termasuk juga anomi pemerintah daerah dimana beberapa daerah sekarang ini sudah membangun kebun raya dan mendapatkan sambutan antusias dari masyarakat.
 
"Saya berharap itu diapresiasi dalam rangka otonomi daerah. Karena yang sangat dikhawatirkan adalah arus deras dari luar yang ingin mengambil tanaman kita itu betul-betul ada. Endemik, itu tanaman lokal kita diambil seperti tanaman obat, sayuran, bunga-bungaan. Saya juga gerakkan agar apa yang menjadi milik Indonesia pemerintah mau mematenkan," demikian Presiden ke-5 Indonesia ini. [ysa]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya