Berita

Megawati Soekarnoputri/Net

Politik

PILKADA JAKARTA

Mega Pertimbangkan Kekalahan Ganda Jatim Dan Jakarta

MINGGU, 07 AGUSTUS 2016 | 09:36 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Tidak dapat dipungkiri, desakan agar Walikota Surabaya Tri Rismaharini melibatkan diri dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta semakin menjadi. Baik dari kalangan kader PDI Perjuangan, maupun dari segelintir elemen masyarakat.

Informasi yang beredar menyebutkan, ada rencana sementara kalangan internal PDIP menjemput Risma dan membawanya ke Jakarta beberapa hari lagi. Dalam arti memohon kesediaan Risma dicalonkan sebagai penantang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Sementara pendapat lain di kalangan internal PDIP masih meragukan kemampuan Risma melawan Ahok. Bagaimanapun juga, karakter medan tempur Surabaya tentulah berbeda dengan karakter Jakarta yang lebih pluralis dan keras.


Pertarungan di Jakarta juga melibatkan aktor-aktor super besar yang tak terbayangkan, ada dan sangat mempengaruhi namun tak tampak mata. Elektabilitas Risma di Jakarta yang masih sebatas di atas kertas diragukan mampu menaklukkan Ahok.

Sosok cagub yang diusung PDIP selain harus mampu menghadapi aktor-aktor tak kasat mata itu, juga harus bisa diterima oleh partai-parta politik lain. PDIP harus mau membuka diri dan mempertimbangkan berbagai alternatif dalam rangka membangun koalisi besar.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pun sudah barang tentu menyadari persoalan ini. Bagi Mega, pertarungan politik sesungguhnya adalah pemilu dan pilpres di tahun 2019.

Kekeliruan dalam menentukan strategi menghadapi Pilkada Jakarta akan berpengaruh terhadap kemampuan PDIP bertarung di tahun 2019 itu.

Kalau PDIP memaksakan Risma tapi kemudian Risma kalah, maka itu berarti PDIP akan menelan pil yang teramat pahit, kalah di Jakarta dan kehilangan Surabaya juga Jawa Timur.

Kekalahan ganda di dua propinsi utama itu akan sangat merugikan PDIP dan membuat mimpi-mimpi besar di tahun 2019 kandas. [rus]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Selesaikan Bentrok di Matraman dengan Kepala Dingin

Senin, 27 Juli 2026 | 20:25

Metode Backfill Tailing jadi Andalan Tambang Bawah Tanah Lebih Ramah Lingkungan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:24

Putusan Majelis Syura PKS: Dukung Kebijakan Ekonomi Prabowo Hingga Soroti LGBTQ

Senin, 27 Juli 2026 | 20:23

Pramono Minta Warga Kepala Dingin Sikapi Bentrokan di Matraman

Senin, 27 Juli 2026 | 20:16

Sebagai Wakil Rakyat, DPR Punya Tiga Tugas yang Wajib Dijalankan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:14

KSSK Bakal Libatkan Danantara dalam Setiap Pengambilan Keputusan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:02

Kuasa Hukum Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Masih Abu-Abu

Senin, 27 Juli 2026 | 19:59

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Komunitas Lintas Iman Satukan Tekad Hadapi Krisis Iklim

Senin, 27 Juli 2026 | 19:49

Kompetisi Debat Pemilu ke-VI Bawaslu Cetak Rekor Peserta Terbanyak

Senin, 27 Juli 2026 | 19:48

Selengkapnya