Berita

Pertahanan

Mobil Dinas TNI Dipakai Untuk Antar Warga Ke Puskesmas

KAMIS, 04 AGUSTUS 2016 | 00:33 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Setiap prajurit TNI diperintah untuk mengerahkan kendaraan dinasnya guna membantu masyarakat pedalaman Papua yang sehari-hari mengalami keterbatasan transportasi.

Diketahui bahwa transportasi di wilayah Puncak Jaya sampai dengan sekarang masih sangat terbatas terutama di daerah-daerah pedalaman. Hal tersebut disebabkan letak geografis pegunungan yang medannya berbukit-bukit, sehingga sulit dilalui oleh kendaraan.

Untuk mengatasi hal tersebut Komandan Kodim 1714/Puncak Jaya, Letkol Inf Hindratno Devidanto, memerintahkan kepada prajuritnya untuk membantu kesulitan masyarakat. Dandim menekankan kepada seluruh prajuritnya bahwa aparat teritorial mesti melaksanakan kegiatan-kegiatan yang secara nyata dan langsung menyentuh kehidupan masyarakat.


"Kalian harus berbaur tidak hanya saat melaksanakan kegiatan Program kerja, akan tetapi di luar itu juga harus berbaur seperti kegiatan memberikan tumpangan kepada masyarakat yang membutuhkan transportasi, mengingat transportasi di Puncak Jaya sangat terbatas terutama di daerah pedalaman," tegas Dandim.

Penekanan dari Dandim ditindaklanjuti oleh seluruh prajurit, seperti yang dilakukan  Koramil 1714-02/Ilu. Mereka merealisasikan perintah tersebut dengan memberikan bantuan tumpangan kendaraan menuju Puskesmas kepada masyarakat Kampung Kalome, Distrik Kalome, Puncak Jaya. Selain itu juga mengantar "Mama-Mama" sepulang dari kebun untuk membawa hasil kebun ke pasar.

Salah satu warga yang mendapat jasa tumpangan pada saat hendak berobat ke puskesmas adalah Kilungga Kiwo. Ia  mengungkapkan terimakasih atas bantuan TNI sehingga dia bisa cepat tiba di Puskesmas untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. [ald]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya