Berita

Barack Obama/Reuters

Dunia

Obama: Trump Tidak Layak Menjadi Presiden

RABU, 03 AGUSTUS 2016 | 04:13 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, melontarkan lagi kritik keras terhadap calon presiden dari kubu Republik, Donald Trump.

Bahkan, kali ini Obama mempertanyakan mengapa para elite Partai Republik masih terus mendukung Trump dalam pencalonannya.

Secara tegas, Obama menyebut Donald Trump tidak layak untuk menjabat sebagai Presiden AS.


Hal ini dinyatakan Obama saat sesi konferensi pers bersama Perdana Menteri Singapura, di Gedung Putih, Selasa (2/8).

Obama mengecam keras pernyataan Trump yang mengejek pidato dari Khizr Khan, ayah dari tentara muslim AS yang gugur dalam tugas pada tahun 2004.

Dalam pidatonya di tengah Konvensi Nasional Partai Demokrat beberapa hari lalu, Khan menuding Trump tidak berkorban "apapun dan siapapun" bagi negaranya. Khan juga menilai Trump tidak pernah membaca Konstitusi Amerika Serikat karena ia sendiri tidak pernah menghargai kebebasan dan perlindungan yang sama di muka hukum bagi warga AS.

"Anda pernah berkunjung ke pemakaman (militer) Arlington? Pergi dan lihat kuburan para patriot pemberani yang meninggal dalam membela negaranya. Anda bisa lihat (kuburan) dari berbagai agama, gender dan ras," ujar Khan.

Trump menjawab kritik itu dengan mengklaim telah membuat "banyak pengorbanan" dengan menciptakan lapangan kerja. Namun, ia pun menciptakan kontroversi lebih besar dengan mengejek istri Khan, yang berdiri di samping saat Khan berpidato.

Hal ini membuat Obama bertambah berang terhadap Trump.

"Fakta ia menyerang keluarga yang melakukan pengorbanan luar biasa atas nama negara kita, fakta bahwa ia tidak memiliki pengetahuan dasar terhadap isu-isu penting di Eropa, di Timur Tengah, di Asia, berarti ia sangat tidak siap untuk melakukan pekerjaan ini, " kata Obama, dikutip dari ABC News.

Dengan nada heran, Obama mempertanyakan mengapa Partai Republik terus mendukung Trump sementara para elitenya seperti Mitch McConnell dan Paul Ryan memuji keluarga Khan dan keluarga para mendiang veteran lainnya atas pengorbanan mereka untuk negara.

"Harus ada suatu titik di mana Anda mengatakan, 'cukup'," tegas Obama.

Seperti diketahui, politikus ternama dari Partai Republik Amerika Serikat, John McCain, pun mengecam Donald Trump atas komentar negatifnya terhadap Khizr Khan dan istrinya.

"Jika Anda berulang kali harus mengatakan bahwa apa yang telah ia (Trump) katakan tidak dapat diterima, mengapa Anda masih mendukung dia?" lanjut Obama. [ald]

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya