Berita

Nusantara

Penumpang Transjakarta Tak Bertambah Pascapenerapan Ganjil Genap

SELASA, 02 AGUSTUS 2016 | 19:54 WIB

Uji coba sistem ganjil genap yang diterapkan Pemprov DKI Jakarta sudah hampir berjalan sepekan. Kebijakan itu pun diklaim berhasil oleh sebagian pihak, terutama oleh jajaran Pemprov DKI sendiri.

Namun, hal itu tidak berimbas positif pada transportasi massal milik Pemprov DKI, yakni Transjakarta.

Sebab, berdasarkan data yang dimiliki PT Transjakarta tidak ada peningkatan jumlah penumpang bus Transjakarta, pasca diterapkannya sistem ganjil genap.


"Kalau dari pendataan sejak pemberlakuan sampai hari ini belum terlihat ada perubahan kenaikan penumpang," kata Kepala Humas Transjakarta, Prasetia Budi, Selasa (2/8), seperti dilansir RMOLJakarta.

Meski sejumlah kawasan pemberlakuan ganjil genap, seperti Koridor I Transjakarta, penumpang masih stabil di 70 ribu - 75 ribu setiap harinya. Hal yang sama juga terlihat di koridor IX, rata-rata penumpang setiap harinya masih di kisaran 42 ribu - 45 ribu.

"Mungkin nanti kenaikan akan terjadi saat program ini efektif berlaku pada 30 Agustus mendatang," kata dia.

Pihaknya sendiri belum menentukan penambahan besaran bus saat program sudah diberlakukan. Karena nantinya jumlah bus akan disesuaikan dengan kebutuhan penumpang. [zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya