Berita

Heli Mi-8/Net

Dunia

Kremlin: Lima Orang Di Dalam Heli Mi-8 Tewas Dengan Heroik

SELASA, 02 AGUSTUS 2016 | 01:56 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Lima orang tewas dalam insiden jatuhnya helikopter Mi-8 milik Rusia di Suriah, pada Senin (1/8).

Hal itu dinyatakan jurubicara Kremlin (Kantor Presiden Rusia), Dmitry Peskov, seperti diberitakan kantor berita Xinhua.

"Menurut informasi Departemen Pertahanan, mereka semua meninggal dunia dengan heroik karena mereka mencoba untuk mengarahkan jatuhnya helikopter untuk meminimalkan jumlah korban di daratan," kata Peskov kepada wartawan.


Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan helikopter nahas tersebut ditembak jatuh oleh tembakan pemberontak Suriah dari daratan barat laut provinsi Idlib. Saat itu helikopter sedang dalam perjalanan kembali ke Pangkalan Udara Hmeimim setelah memberikan bantuan kemanusiaan ke kota Aleppo.

Kementerian itu menyatakan tiga orang di antara lima korban tewas merupakan awak helikopter, sementara dua orang lainnya adalah petugas dari pusat rekonsiliasi Rusia untuk perdamaian para pihak yang berperang di Suriah.

Menanggapi sebuah video yang diluncurkan kelompok Islamic State yang menyerukan perang terhadap pasukan Rusia, Kremlin menegaskan bahwa Rusia akan terus memerangi terorisme di Suriah.

"Ancaman seperti ini tidak bisa mempengaruhi kebijakan Rusia dan Presiden Putin yang konsisten dalam perang melawan terorisme internasional," ujar Peskov seperti dikutip oleh kantor berita RIA Novosti.

Rusia mengerahkan pasukan udaranya di Suriah atas permintaan Presiden Suriah Bashar Al Assad pada bulan September tahun lalu, untuk menyerang sasaran teroris.

Pada bulan Maret, Putin memerintahkan penarikan sebagian pasukan udara dari Suriah. Namun, militernya terus menyerang basis-basis kelompok teroris dan memelihara koordinasi militer dengan pasukan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat.

Pasukan udara Rusia juga tetap melakukan pengiriman bantuan kemanusiaan di negara yang hancur oleh perang saudara sejak 2011 silam itu. [ald]

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya