Berita

Puan Maharani Pimpin Delegasi Pertemuan Tingkat Tinggi Di China

SENIN, 01 AGUSTUS 2016 | 22:02 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

‎.  Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan kerjasama bilateral antara Indonesia dengan Tiongkok di berbagai bidang seperti politik, ekonomi, dan sosial budaya telah berkembang semakin pesat.

Hubungan itu ditandai dengan meningkatnya pertemuan antara pemimpin kedua negara. Bahkan sejak menjabat tahun 2014 lalu, Presiden Joko Widodo terhitung sudah empat kali bertemu dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok, Xi Jinping, di samping dalam pertemuan penting dalam forum-forum resmi kenegaraan lainnya.

‎Rentang waktu enam tahun terakhir, hubungan kerjasama Indonesia - Tiongkok telah menghasilkan setidaknya 60 kesepakatan, 20 di antaranya merupakan kesepakatan kerjasama hubungan antarmasyarakat kedua negara (people to people exchange).

‎Setelah pada pertemuan pertama High Level People toh People Exchange Mechanism di Jakarta pada Mei 2015 lalu berjalan dengan sukses dan telah menghasilkan sejumlah kerjasama konkret kedua negara, pada awal Agustus 2016 ini pertemuan serupa untuk kedua kalinya digelar di Guiyang, Tiongkok, Senin (1/8). Seperti pada pertemuan yang pertama, Menko PMK, Puan Maharani, memimpin Delegasi RI yang terdiri atas Menristek dikti, Dubes RI untuk RRT, para deputi kementerian, dan jajaran eselon I kementerian/lembaga negara.

‎"Kita percaya bahwa pertemuan telah mencapai hasil yang signifikan bagi pengembangan dan peningkatan kerjasama kedua negara, khususnya di bidang hubungan antarmasyarakat. Kerjasama ini diharapkan dapat membangun suatu dunia yang sehat dan aman, suatu dunia yang setiap orang dapat hidup dalam suasana damai, suatu dunia yang terdapat keadilan dan kemakmuran untuk setiap orang, dan suatu dunia dengan nilai kemanusiaan mencapai kejayaannya yang penuh.” ujar Menko PMK dalam pembukaan pertemuan.

‎Puan Maharani juga memaparkan sejumlah potensi kerjasama yang dapat dijalin antara Indonesia dengan Tiongkok terkait tugas pokok dan fungsinya selaku Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan KebudayaanPotensi kerjasama itu antara lain pada bidang pendidikan, industri kreatif (media), kesehatan, pariwisata, kepemudaan, dan olahraga.

"Saya yakin bahwa bidang-bidang kerjasama tersebut akan memberikan manfaat bagi kedua negara,” kata Puan.

Kerjasama dalam bidang ristek dikti, Menko PMK berharap Pemerintah Tiongkok dapat bekerja sama meningkatkan kapasitas riset dan teknologi melalui investasi, alih teknologi, pelatihan dan pengembangan produk bersama. Selain itu, Menko PMK juga mengharapkan pemberian beasiswa Pemerintah Tiongkok kepada mahasiswa Indonesia dapat terus meningkat, terutama untuk jenjang pendidikan tinggi dan pendidikan vokasional berbagai jurusan.

Untuk kerjasama bidang kebudayaan, Menko PMK berharap jalinan kerjasama itu dapat memperkuat promosi budaya hingga meningkatkan pemahaman budaya kedua negara. Menko PMK sangat setuju akan inisiasi kesepakatan ‘Pernyataan Kehendak’ Indonesia - Tiongkok mengenai pendirian Pusat Budaya Timbal Balik yang ditandatanganinya pada pertemuan tingkat tinggi ini.

Di samping kerjasama kebudayaan, Menko PMK juga mengajak Tiongkok untuk kerjasama sektor wisata dengan mendorong target 10 juta wisatawan dua arah sebagaimana konsesus kedua Presiden. Pemerintah Indonesia  juga telah menetapkan aturan bebas visa bagi wisatawan asal Tiongkok.

Saya juga menyambut baik kerjasama ‘Giant Panda’ Indonesia - Tiongkok yang telah disepakati tahun 2013 lalu. Lembaga terkait di Indonesia telah siap menerima kedatangan ‘Giant Panda’ Tiongkok. Saya sepakat bahwa hewan Panda akan menjadi simbol persahabatan dan kerjasama erat Indonesia -Tiongkok,” tambah Puan‎.

Potensi kerjasama yang ingin digalang lainnya adalah bidang kepemudaan. Menko PMK memandang perlu untuk meningkatkan lagi program pertukaran pemuda kedua negara. Hal ini penting karena pemuda yang saling memahami baik Indonesia maupun Tiongkok sangat diperlukan dan akan menjamin keberlanjutan hubungan keejasama kedua negara yang sudah sejak lama dirintis ini. [ysa]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya