Berita

komjen syafruddin/net

Nusantara

Diperintah Ke Tanjung Balai, Komjen Syafruddin Pastikan Situasi Terkendali

SABTU, 30 JULI 2016 | 14:58 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kepala Polri, Jenderal Pol Tito Karnavian, menugaskan Kepala Lemdikpol, Komjen Pol Syafruddin, untuk menangani langsung kerusuhan bernuansa SARA di Tanjung Balai, Sumatera Utara.

"Saya diperintahkan Kapolri untuk turun di Tanjung Balai. Kondisi sudah terkendali dalam 3 jam," kata Syafruddin dalam pesan singkat yang disebarkan ke media, Sabtu (30/7).

Syafruddin mengaku memerintahkan Kapolda Sumut untuk langsung memimpin pemulihan situasi.


"Sebagai mantan Wakapolda Sumut, saya telah melakukan dialog dengan tokoh-tokoh di sana," ujarnya.

Dia menjamin situasi di Tanjung Balai dan keseluruhan Sumatera Utara kondusif.

"Untuk penegakan hukum, saya minta anggota supaya lakukan secara akurat dan tepat. Jangan main asal tangkap," tambah dia.

Dalam pesan itu ia juga menjelaskan bahwa Kapolri tidak dapat turun langsung di lokasi kerusuhan karena sedang bersama Presiden di Nusa Tenggara Barat.

Karena membutuhkan langkah-langkah responsif dan cepat dalam menangani kerusuhan itu, Komjen Pol Syafruddin diperintahkan turun langsung.

Diberitakan bahwa ratusan personil Brimob Polda Sumatera Utara dikerahkan ke Tanjung Balai untuk berjaga-jaga setelah kerusuhan yang menyebabkan sejumlah rumah ibadah vihara di area tersebut dibakar massa.

Pengamanan juga dibantu personil TNI dari Kodim 0208/Asahan dan Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjung Balai.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting, seperti dimuat MedanBagus.Com tadi pagi, menyatakan situasi sudah kondusif dan tidak ada lagi konsentrasi massa. Namun demikian, aparat Polri dan TNI akan bersiaga sembari mengupayakan langkah penyelesaian. [ald]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya