Berita

irman gusman/net

Nusantara

Ketua DPD: Kerusuhan SARA Di Tanjung Balai Masalah Serius

SABTU, 30 JULI 2016 | 14:18 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI), Irman Gusman, mengimbau seluruh warga Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara, untuk memperkuat persatuan dan kerukunan antar masyarakat.

Seruan itu dilontarkannya terkait kerusuhan bernuansa SARA pada Jumat malam (29/7). (Baca: Rusuh, Warga Bakar Tempat Ibadah Di Tanjung Balai)

"Sumatera Utara kita ketahui selama ini merupakan wilayah dengan toleransi antar-umat beragama yang sangat baik. Kita prihatin atas peristiwa ini," kata Irman dalam keterangan persnya.


Irman juga meminta aparat kepolisian dan TNI menjamin kemanan warga dan mencegah terjadinya konflik susulan. Apresiasi ia berikan karena tindakan cepat aparat Polri dan TNI sehingga kondisi Kota Tanjung Balai sudah terkendali pada Sabtu pagi.

"Saya menyerukan kepada seluruh warga Tanjung Balai memperkuat persatuan dan kerukunan serta mewaspadai provokasi dari pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana," lanjut Irman.

Irman Gusman mengingatkan konflik SARA adalah masalah serius yang bisa mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, segenap komponen bangsa harus bahu membahu dan bergotong royong bergerak cepat mematikan sumber-sumber konflik-konflik SARA yang ada.

"Kemarin Tanjung Balai, besok bisa saja terjadi di tempat lain. Membumikan Pancasila, itulah obat mujarab mencegah konflik SARA,” kata Senator asal Sumatera Barat ini.

Ketua DPD RI juga mengimbau segenap tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kota Tanjung Balai bersama-sama pemerintah setempat melakukan dialog dari hati ke hati mencari solusi atas masalah-masalah sosial yang ada.

"Saya meyakini mayoritas warga Tanjung Balai memiliki toleransi yang kuat dan gandrung akan persatuan. Saya serukan dialog, selesaikan masalah lewat musyawarah yang menjadi budaya kita," ucapnya. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya