Berita

ilustrasi/net

Kesehatan

VAKSIN PALSU

Ditemukan Juga Vaksin Palsu Di Serang, Bengkulu, Palembang Dan Pekanbaru

SELASA, 26 JULI 2016 | 14:46 WIB | LAPORAN:

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) terus melakukan pendataan atas peredaran vaksin palsu.

Sejauh ini ditemukan vaksin palsu tidak hanya beredar di Jakarta Timur dan Kota maupun Kabupaten Bekasi, tapi juga di beberapa provinsi lain.
Pemerintah juga terus memverifikasi data untuk melakukan vaksin ulang kepada para anak yang telah dilaporkan terpapar vaksin palsu.

Mengenai sebaran peredaran, Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito, membeberkan ada provinsi lain yang sedang diperiksa oleh BPOM.

Mengenai sebaran peredaran, Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito, membeberkan ada provinsi lain yang sedang diperiksa oleh BPOM.

"Kami temukan di Serang (Banten), ada juga di Bengkulu, DKI Jakarta, Palembang (Sumatera Selatan), dan Pekanbaru (Riau)," ujar Penny di Kantor Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Selasa (26/7).

Pada kesempatan sama Menteri Kesehatan, Nila Moeloek, mengungkapkan akan ada beberapa peraturan yang direvisi menyusul terungkapnya peredaran vaksin palsu.

Dia akan berkoordinasi dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk merevisi Peraturan Menteri KLHK tahun 2009 tentang limbah rumah sakit.

Sejauh ini, pihak Kemenkes telah mendapat data korban sementara untuk melakukan vaksin ulang.

"Dari laporan, 519 korban telah kami verifikasi baru di Rumah Sakit di Jakarta Timur. Kami sedang mendata juga di Banten. Pendataan setiap hari kita lakukan," ujar Nila. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya