Berita

ilustrasi/net

Bisnis

SELAMATKAN EKONOMI INDONESIA

Jokowi Ditantang Legalkan Perjudian

RABU, 20 JULI 2016 | 23:04 WIB | LAPORAN:

Ada sejumlah cara untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia yang saat ini seperti di ujung tanduk. Salah satunya, seperti yang dilakukan mendiang mantan Gubernur DKI, Ali Sadikin, yakni melegalkan perjudian.

Hal itu seperti diutarakan Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98), Willy Prakarsa. "Langkah Alm. Ali Sadikin ini layak diapresiasi dan ditiru dengan melegalkan perjudian dan ambil pajaknya," ungkapnya dalam perbincangan di Jakarta, Rabu (20/7).

Menurut dia, kebijakan tersebut bisa melakukan pembenahan dan pembangunan infrastruktur di Indonesia khususnya daerah terpencil. "Idealnya bisa ditempatkan di Kepulauan Seribu. Dibalik itu masih ada mudharatnya terselip nilai maslahat," tutur dia.


"Meski itu tak populis dan berpengaruh terhadap citranya, tapi Jokowi harus berani melakukan terobosan itu. Terlepas dari suka atau tidak suka, timbulkan pro atau kontra tetap hal seperti itu masih kategori dinamika demokrasi."

Willy mengingatkan, sepak terjang Ali Sadikin yang menerapkan peribahasa 'Yang Ikut Silahkan Naik, yang Tak Anut, Silahkan Diam' pantas ditiru. Sebab, dengan idenya, Ali Sadikin mendapatkan hasil pajak perjudian dan prostitusi yang nilainya cukup fantastik. Jakarta kala itu 80 persen langsung terbangun infrastrukturnya.

"Saya yakin, rakyat akan mendukung gebrakan konservatif hal seperti ini. Ilustrasinya sederhana, ibarat kita berada didalam hutan untuk bertahan hidup, sudah pasti perlu makan apa saja yang kita temui, terlepas makanan tersebut halal ataukah haram, namanya juga bertahan untuk hidup," terangnya.

Willy melanjutkan, pihaknya merasa miris dan prihatin dengan kondisi perekonomian saat ini. Mulai dari ludesnya APBN, pemerintah tidak mampu impor sapi hidup dari negara lain, hingga sapi bekuan yang diimpor dan dijual Rp 80 ribu/Kg.

"Langkah penggolan UU Tax Amnesty pun konservatif. Rupiah hilang dari peredaran ditanah air, bisa jadi uang tersebut lenyap akibat kalah berjudi di Malaysia atau di Singapura. Jadi yah sudahlah legalkan saja perjudian di Indonesia lalu ambil pajaknya, daripada uang rupiah kita hilang di negara lain akibat kalah perjudian," tandasnya. [sam]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya