Berita

Fethullah Gulen/net

Dunia

AS Ingatkan Turki, Tidak Mudah Untuk Menyerahkan Fethullah Gulen

SELASA, 19 JULI 2016 | 02:11 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

. Amerika Serikat siap untuk bekerja dan mendiskusikan dengan Turki soal rencana ekstradisi ulama kharismatik yang tinggal di Pennsylvania, Fethullah Gulen, yang dituduh pemerintah Turki berada di balik usaha kudeta pada Jumat lalu.

Demikian dikatakan Duta Besar AS untuk Turki di Ankara, John Bass, dalam pernyataan persnya (Senin, 18/7).

"Jelas bahwa AS akan bersedia untuk memberikan bantuan kepada otoritas Turki melakukan penyelidikan dalam upaya kudeta," katanya.


Ia tegaskan, jika Turki mengajukan permintaan ekstradisi bagi siapa saja yang secara hukum merupakan penduduk AS, maka itu akan dianggap di bawah persyaratan perjanjian ekstradisi AS-Turki.

Dia menerangkan bahwa pejabat pemerintah AS, baik di AS maupun di Turki, termasuk perwakilan dari Departemen Kehakiman AS, siap untuk mendiskusikan apa yang diperlukan untuk memenuhi standar hukum dan pembuktian yang ditetapkan oleh perjanjian ekstradisi bilateral kedua negara.

"Saya menggarisbawahi bahwa perjanjian ekstradisi dan hukum AS memiliki persyaratan tertentu yang harus dipenuhi sebelum individu tersangka dapat ditransfer ke yurisdiksi negara lain," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan juga bahwa Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, telah mengundang pemerintah Turki untuk memberikan bukti-bukti sah tentang keterlibatan Fethullah Gulen dalam aksi kudeta yang gagal itu.

Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim, meningkatkan tekanan terhadap AS pada hari Senin, untuk mengekstradisi Fethullah Gulen, yang dituduh oleh Presiden Erdogan sebagai dalang dari percobaan kudeta militer. Gerakan kudeta itu menewaskan lebih dari 290 orang baik sipil maupun militer.

"Kami akan kecewa jika teman kami (AS) meminta menunjukkan bukti (keterlibatan Gulen), meskipun anggota organisasi pembunuh itu mencoba untuk menghancurkan pemerintah terpilih," kata Yildirim, dalam konferensi pers di Ankara.

Dia menambahkan bahwa tahap genting ini bisa menimbulkan pertanyaan dari pihak Turki mengenai kerjasama dan persahabatannya dengan AS selama ini. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya