Berita

nila moeloek/rm

Kesehatan

VAKSIN PALSU

Menkes Imbau Masyarakat Tidak Anarkis

SENIN, 18 JULI 2016 | 21:52 WIB | LAPORAN:

Pasca diumumkannya 14 Rumah Sakit yang menjual vaksin palsu, orang tua anak-anak yang divaksinasi tersebut resah dan marah. Mereka mendatangi belasan RS itu untuk mendapatkan informasi tentang vaksin palsu yang diberikan.

Sebagian kalangan khawatir jika tidak mendapatkan informasi yang mereka butuhkan, masyarakat akan berbuat anarki.

"Saya minta tolong ke media, saya minta ke masyarakat untuk tenang jangan anarkis," imbau Menteri Kesehatan Nila Moeloek ketika ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (18/7).


Terlebih, tambah Menteri Nila, Kementerian Kesehatan sudah mulai melakukan vaksinasi wajib ulang.

"Bapak presiden pun dateng tadi ke salah satu klinik di Ciracas yang sebelumnya memberikan vaksin palsu," ungkapnya.

Menkes kemudian berjanji akan memvaksinasi semua anak-anak yang sebelumnya telah diberikan vaksin palsu secara gratis di semua daerah. Namun vaksinasi ulang itu dilakukan secara bertahap.

"Ada tiga tempat dulu yang kita buat, Puskesmas dan Rumah Sakit di kecamatan Ciracas, kemudian di (RS) Harapan Bunda dan (RS) Sayang Bunda. Kita akan lakukan bertahap," katanya.

Dia membantah, pihak RS tertutup sehingga masyarakat yang anaknya divaksin palsu kurang mendapat informasi.

"Sebetulnya itu tidak tertutup, maka dari itu masyarakat jangan anarkis. Kita ini ingin membantu, pemerintah akan membantu melakukan vaksinasi ulang. Jika masyarakat anarkis RS pun akan tertutup dan RS tidak hanya untuk imunisasi, RS untuk pelayanan yang lain juga," tukasnya. [sam]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya