Berita

Pertahanan

Sikap Indonesia: Pokemon Go Berbahaya

MINGGU, 17 JULI 2016 | 09:20 WIB | LAPORAN:

Permainan online Pokemon Go tengah menjadi tren di masyarakat setelah awal Juli lalu diluncurkan oleh John Hanke di Amerika Serikat, Australia dan New Zealand. Di Indonesia, Pokemon Go juga sudah digandrungi. Walaupun belum dirilis resmi masyarakat sudah bisa mengunduh game itu.

Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informasi Henri Subiakto menjelaskan, Pokemon Go menggunakan teknologi Augmented Reality yakni menggabungkan dunia maya yang ada di kamera ponsel pintar dengan tampilan fisik di sekitar pemainnya. Bermain Pokemon Go harus mengaktifkan kamera ponsel dan mengharuskan pemainnya berjalan untuk mencari makhluk Pokemon yang tersebar di rumah, jalan, taman, masjid, dan tempat-tempat strategis lainnya.

"Karena asyik mengejar Pokemon para pemain bisa terlena. Ada yang masuk pekarangan orang lain, masuk kantor polisi, masuk masjid, bahkan muter di museum, sampai ada yang tertabrak kendaraan," beber Henri dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (17/7).


Dia menambahkan, sebagaimana kebiasaan orang Indonesia yang selalu mengikuti tren gadget baru, banyak yang akhirnya mengunduh Pokemon Go namun kebanyakan justru terjangkit virus komputer.

"Berbeda dengan masyarakat Jepang. Walaupun Pokemon aslinya buatan Nintendo Jepang, game ini masih belum diijinkan masuk," kata Henri.

Menurutnya, pemerintah Jepang khawatir Pokemon Go membuat masyarakat tidak produktif, membahayakan dan belum terbukti aman dari persoalan cyber security.

"Saat bermain Pokemon dengan kamera selalu on maka disadari atau tidak telah menjadi collaborator, mengirim sinyal dan data tentang diri, aktivitas, lingkungan pemain. Pokemon Go yang gratis ini akan mengumpulkan big data dari para user dan lingkungannya untuk keperluan bisnis untuk menarik investor serta keperluan peta digital yang lebih detail," demikian Henri. [wah]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya