ilustrasi/net
ilustrasi/net
"Namun, segala upaya kudeta kian melemah," kata pengamat politik internasional yang meraih gelar doktor bidang ilmu politik dan hubungan internasional dari Universitas Fatih Turki, Arya Sandhiyudha, dalam keterangan beberapa saat lalu (Minggu, 16/7).
Sejak awal, Arya sendiri menduga peluang kudeta ini gagal sangat tinggi karena beberapa hal. Diantaranya, polarisasi faksi. Di tahun 2015 ketika pemilu Turki, Partai Keadilan dan Pembangunan memenangkan 49,5 persen suara, dan negara ini sangat terpolarisasi antara kaum Sekuler, Islamis, Kurdi dan Nasionalis.
Populer
Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13
Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33
Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36
Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06
Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43
Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09
Senin, 28 September 2026 | 15:41
UPDATE
Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10
Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46
Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34
Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16
Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02
Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51
Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25
Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01
Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33
Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21