Berita

rizal ramli/net

Nusantara

PEMBATALAN REKLAMASI

Komite Gabungan Reklamasi Bekerja Siang Dan Malam, Tidak Hanya Terima Laporan Di Atas Meja

SABTU, 16 JULI 2016 | 15:07 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Keputusan yang disampaikan Menteri Kordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli yang mewakili Komite Gabungan Reklamasi diputuskan lewat proses penelitian yang panjang.

Demikian dijelaskan Tenaga Ahli Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Abdulrachim dalam keterangan kepada Kantor Berita Politik RMOL, sesaat lalu

"Pak Menko tidak mungkin memutuskan sendiri, karena proses kajian itu sangat panjang, tapi di media massa kelihatannya saja cuma ada rapat tanggal 30 Juni," ujarnya.


Abdulrachim menyatakan, Komite Gabungan bekerja lebih dari dua bulan atas perintah Presiden Joko Widodo. Komite ini mengkaji kelayakan reklamasi Pantai Utara Jakarta dalam bentuk rapat dan terjun ke lapangan.

"Pekerjaan itu dilakukan siang hari maupun malam hari. Di Pulau G itu ada juga yang bekerja malam hari. Dari sana ada temuan-temuan lapangan dan dilaporkan lagi ke rapat berulang-ulang," jelas Abdulrachim.

Bahkan Menko Maritim Rizal Ramli sempat juga turun ke lapangan bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

"Mereka bukan hanya di meja terima laporan, tapi juga datang ke lapangan jadi tahu persis apa masalahnya," lanjut Abdulrachim.

Setelah proses panjang itu, barulah diambil keputusan. Bahkan, setahunya, perwakilan Pemprov DKI yaitu Deputi Gubernur dan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) selalu hadir dalam rapat komite.

"Mereka juga tahu, keputusan yang diambil oleh Pak Rizal berdasarkan data lapangan dam tim yang rapat berkali-kali. Ada salah satu tim yang khusus menghimpun semua perundangan yang terkait reklamasi, ada belasan peraturan dari UU sampai peraturan menteri," urainya.

Keputusan terkait reklamasi yang disampaikan Menko Rizal Ramli belum diterbitkan secara formal karena terpotong masa libur Idul Fitri.

"Saya kira keputusan resminya akan dikeluarkan minggu depan. Waktu diumumkan itu kan hari terakhir masuk kantor," ungkapnya.

Dia yakin betul, apa yang disampaikan Rizal Ramli sama persis dengan yang ada di dalam hasil kajian dan rekomendasi Komite Gabungan. Apalagi, mandat menjalankan tugas ini berasal dari Presiden menyusul perdebatan di publik soal reklamasi.

"Banyak temuan yang sebetulnya belum dipublikasi. Tim itu pegang segala macam data, jadi Pak Rizal tidak mungkin memutuskan sendiri, prosesnya panjang," tuturnya.

Kemarin, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Tutty Kusumawati, mengatakan, keputusan penghentian reklamasi Pulau G tidak ada dalam rekomendasi Komite Gabungan Reklamasi. Pemprov DKI sendiri terlibat dalam Komite Gabungan Reklamasi.

"Kami sudah kirimkan surat kepada Presiden untuk mengemukakan fakta-fakta yang telah dilakukan oleh para pihak. Juga menjelaskan hasil pembahasan komite bersama yang dipaparkan tidak ada pernyataan pelanggaran berat. Pernyataan itu secara lisan saja dan data yang mendukung pernyataan lisan tersebut tidak kami peroleh,” terang Tutty, Jumat (15/7). [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

UPDATE

Corak Kita di Mata Marx

Kamis, 29 Januari 2026 | 06:01

Hoaks Tersangka Putriana Dakka Dilaporkan ke Divisi Propam Mabes

Kamis, 29 Januari 2026 | 05:55

Pelukan Perkara Es Jadul

Kamis, 29 Januari 2026 | 05:29

Eggi Sudjana: Roy Suryo Belagu, Sok Merasa Hebat

Kamis, 29 Januari 2026 | 05:12

Sekda Jateng Turun Tangan Cari Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang

Kamis, 29 Januari 2026 | 05:00

Polisi Pastikan Seluruh Karyawan Pabrik Swallow Medan Selamat

Kamis, 29 Januari 2026 | 04:31

Mengenal Luluk Hariadi, Tersangka Korupsi Pengadaan Baju Ansor Rp1,2 Miliar

Kamis, 29 Januari 2026 | 04:17

Tanggung, Eggi-Damai Lubis Harusnya Gabung Jokowi Sekalian

Kamis, 29 Januari 2026 | 04:11

Eggi Sudjana: Tak Benar Saya Terima Rp100 Miliar

Kamis, 29 Januari 2026 | 03:40

Hukum Berat Oknum Polisi-TNI yang Tuduh Penjual Es Gabus Jual Produk Berbahan Spons

Kamis, 29 Januari 2026 | 03:08

Selengkapnya