Berita

Kesehatan

Orangtua Balita Kecewa Respon RS Sayang Bunda

SABTU, 16 JULI 2016 | 10:50 WIB | LAPORAN:

RS Sayang Bunda di Bekasi, masuk daftar RS penerima vaksin palsu, sebagaimana diumumkan Menkes Nila Moeloek pada rapat kerja dengan Komisi IX DPR Kamis (14/7) lalu.

Begitu tahu, para orangtua yang balitanya pernah divaksin di RS Sayang Bunda langsung mendatangi RS tersebut. Para orangtua itu ingin tahu dampak yang dialami balita mereka setelah divaksinasi. Namun tak disangka, pihak manajemen RS tetap bungkam.

"Kemarin diadakan pertemuan di Sayang Bunda. Yang datang hanya kasir dan pendaftarnya saja. Kami tanyakan dampak vaksin yang disuntikkan jangka pendek dan panjang nggak ada satupun yang bisa jawab," keluh Ketua Forum Keluarga Korban Vaksin Palsu RS Sayang Bunda Bekasi, Teja Yulianto dalam diskusi Jalur Hitam Vaksin Palsu di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/7).


"Lalu maksud apa diadakan pertemuan ini," lanjutnya.

Informasi yang diperoleh mereka pada Kamis (14/7) malam bahwa setidaknya ada 10 vaksin palsu yang dipergunakan oleh RS Sayang Bunda.

"Itu yang dikeluarkan Sayang Bunda ditulis tangan malamnya. Dari kita hadir ada perwakilan Rumah Sakit, Ria Risti yang tulis 10 vaksin, selang satu malam berubah jadi tujuh vaksin," ungkapnya.

Pihaknya hingga kini sangat berharap pihak RS Sayang Bunda bisa memberikan informasi akurat dan terperinci.[wid] 

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya